RUTE PERJALANAN
JAMAAH HAJI INDONESIA
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat-sahabat pembaca, calon jamaah haji yang Allah
rahmati, kali ini kita akan membahas rute perjalalan haji, khusus bagi jamaah
haji asal Indonesia. Secara umum pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia
terbagi pada dua gelombang; gelombang pertama dari Indonesia menuju ke Madinah
terlebih dahulu baru kemudian ke Mekkah, gelombang dua dari Indonesia langsung
menuju ke Mekkah baru setelah ibadah haji diberangkatkan ke Madinah.
Biasanya jamaah haji berada di tanah suci selama 40 hari, delapan hari di Madinah 32 hari di Mekkah, bisa kurang bisa lebih. Saya dan jamaah juga pernah mengalami tinggal di Madinah tidak genap 40 hari, semuanya tergantung kondisi di lapangan, kalau pemberangkatan dari tanah air dan kepulangan dari tanah suci biasanya pemerintah sudah pasti memesankan tiket pesawat pulang-pergi, jadi dari jauh-jauh hari sudah ada kepastian kapan berangkat dan kapan pulang.
Jamaah haji di gelombang satu diarahkan dulu ke
Madinah melalui bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz karena waktu pelaksanaan
puncak haji masih lama. Umumnya pemberangkatan gelombang awal dimulai awal
bulan Dzul Qo’dah sedangkan puncak ibadah haji adalah tanggal 8 – 13 Dzul Hijjah.
Jadi jamaah haji gelombang satu ini masih punya banyak waktu sebelum puncak
haji untuk beribadah dulu di Madinah. Sedangkan gelombang dua jamaah langsung diberangkatkan
ke Mekkah melalui bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Pemberangkatan gelombang dua dimulai sekitar
tanggal 18-20 Dzul Qo’dah, dan pemberangkatan terakhir di awal bulan Dzul
Hijjah sekitar tanggal 3 atau 4. Penentuan jamaah pada gelombang satu atau dua
diatur oleh Kementerian Agama, sekarang olehs Kementerian Haji. Sebelum tahun
2026 pemerintah membagi rata porsi gelombang satu dan dua kepada tiap provinsi,
tahun 2026 mungkin ada mekanisme baru karena porsi tiap provinsi akan berbeda
tiap tahunnya menyusul kebijakan antrean haji yang disama ratakan.
Adapun rute perjalanan ibadah haji Indonesia saya
perinci sebagai berikut:
Gelombang Satu
- a.
Jamaah Haji
diberangkatkan dari masing-masing kabupaten/ kotanya menuju ke Embarkasi. Embarkasi
ini adalah tempat transit sebelum jamaah menuju ke bandara, kalau di Jawa Barat
embarkasi JKS tempatnya di Asrama Haji Bekasi, untuk Lampung, Banten dan DKI
Jakarta embarkasi JKG di Asrama Haji
Pondok Gede. Pemberangkatan ini sesuai urutak kloter (kelompok terbang) yang telah
ditentukan, setiap kloter terdiri dari 420 – 450 jamaah, satu kloter ini dibagi
menjadi 10-11 rombongan/ Bus. Di embarkasi jamaah dibagikan passport dan visa,
gelang identitas, uang living cost (biaya hidup) senilai 750 riyal bisa berupa
uang riyal atau rupiah tergantung kebijakan, pemeriksaan barang bawaan,
pemeriksaan kesehatan dan kehamilan, boarding pass.
- b.
Pemberangkatan
ke Bandara Amir Muhammad (Prince Muhammad bin Abdul Aziz). Dari Embarkasi
setelah boarding pass jamaah haji diberangkatkan ke bandara dan langsung diarahkan
untuk menaiki pesawat. Lama perjalanan kalau dari bandara Sukarno-Hatta sepuluh
jam.
- c.
Mendarat di Madinah
dan diberangkatkan ke hotel. Sesampainya di Madinah jamaah akan diperiksa oleh
imigrasi, pemeriksaan ini meliputi passport, visa dan memindai sidik jari dan
wajah. Selanjutnya jamaah diberangkatkan ke hotel yang telah dibooking oleh pemerintah.
Selama di Madinah Jamaah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, Raudhoh dan
berziyarah ke makam Rasulullah.
- d.
Madinah ke
Mekkah. Setelah kurang lebih delapan hari berada di Madinah jamaah akan
diberangkatkan ke Mekkah. Sebelum pemberangkatan jamaah dianjurkan sudah mandi
ihram dan mengenakan pakaian ihram, umumnya jamaah melaksankan ihram umroh
dulu, sebagian ada yang langsung berniat haji. Tidak jauh dari perbatasan kota Madinah
rombongan jamaah berhenti sejenak di Bir Ali / Dzul Khulaifah untuk
melaksanakan salat sunat ihram dan niat umrah/ haji. Setelah niat rombongan
melanjutkan perjalanan ke Mekkah, jarak yang ditempuh kurang lebih 450 km.
- e.
Sampai di
Mekkah. Sesampainya di Mekkah jamaah beristirahat sejenak dan memasukan barang
bawaan ke kamar hotel yang telah ditentukan, pembagian kamar diatur oleh daker (daerah
kerja) Mekkah, jamaah dibagi berdasarkan jenis kelamin dan kapasitas kamar.
Bagi jamaah yang berniat umrah akan melaksanakan thawaf umrah serikut sai dan
tahallul, sedangkan yang berniat haji melaksanakan thawaf qudum terlebih
dahulu. Selama di Mekkah sambal menunggu puncak haji dan setelahnya jamaah
dapat memperbanyak ibadah di Masjidil harom dan umrah sunnat.
- f.
Menuju
Arafah. Pada tanggal 8 Dzul Hijjah jamaah diberangkatkan menuju Arafah, sebelum
berangkat terlebih dahulu mandi ihram salat sunnat ihram dan niat haji, kecuali
bagi yang di miqatnya melakukan ihram haji. Pemberangkatan ke Arafah
dilaksanakan secara bergantian (taraddudi) karena armada transportasi dibatasi
demi menghindari kemacetan. Pelaksanaan wukuf dimulai zhuhur tanggal 9 Dzul
Hijjah. Jarak antara Mekkah – Arafah sekitar 24 km.
- g.
Menuju
Muzdalifah. Setelah wukuf di Arafah, maghrib tanggal 10 Dzul Hijjah atau malam
lebaran jamaah haji mulai diberangkatkan menggunakan bus menuju Muzdalifah
untuk melaksanakan mabit tengah malamnya. Di Muzdalifah juga para jamaah haji
memungut kerikil untuk melontar jumrah. Sebagian jamaah terutama lansia dan
jamaah risti (beresiko tinggi) diberangkatkan secarah terpisah langsung ke Mina
dan hanya melintas (murur) saja di Muzdalifah, kebijakan murur ini diberlakukan
mulai musim 2024. Jarak antara Arafah-Muzdalifah kira-kira 10 km.
- h.
Menuju Mina. Setelah
lepas tengah malam tanggal 10 Dzul Hijjah jamaah mulai diberangkatkan menggunakan
bus menuju ke Mina. Proses antrean di Muzdalifa ini memakan waktu yang lama karena
pembatasan angkutan. Jamaah mulai diberangkatkan mulai pukul 00.30 dan bisa
selesai subuh atau bahkan lebih. Pernah terjadi pada tahun 2023 pukul 10.00
masih ada jamaah haji di muzdalifah, padahal tidak tersedia tenda WC pun sangat
terbatas, dan jamaah mengantre berjam-jam dengan berdiri dan berhimpitan
sehingga beberapa orang pingsan. Untuk mengatasi hal itu di tahun depannya
pemerintah menginisiasi skema murur bagi lansia dan jamaah risti. Jarak antara
Muzdalifah-Mina sekitar 5 KM.
- i.
Melontar
Jumrah. Kewajiban jamaah haji di Mina antara lain melontar Jumroh pada tanggal
10 dan hari-hari tasyriq yaitu tanggal 11 sampai dengan 12 atau 13 Dzul Hijjah,
mabit di Mina pada malam-malam tasyriq tersebut dan mencukur rambut (tahallul
awwal) selesai melontar jumrah aqabah tanggal 10. Setelah tahallul awwal ini
jamaah haji diperbolehkan menanggalkan pakaian ihramnya. Selama tanggal itu
jamaah menetap di kemah Mina dan harus berjalan kaki untuk melontar Jumrah
dengan jarak antara 3-5 km. sebagian jamaah yang jarak dari Jamarat (tempat
pelontaran) ke tenda Mina lebih jauh disbanding jarak jamarat ke hotel Mekkah
bisa memilih tinggal di hotel tapi dengan ketentuan tetap kembali ke Mina untuk
mabit dan melontar setiap harinya.
- j.
Kembali ke
Mekkah. Di tanggal 12 Dzul Hijjah jamaah boleh meninggalkan Mina untuk kembali ke
Mekkah ini disebut nafar awwal, boleh juga mereka tetap di Mina dan melontar
sampai tanggal 13 baru setelah melontar pulang ke Mekkah, ini disebut nafar
tsani. Ada dua rukun haji yang perlu dilakukan di Mekkah yaitu thawaf ifadhah
dan sai, thawaf dan sai ini bisa dilakukan sejak tanggal 10 dan tidak ada batasan
akhirnya. Jika selesai melaksanakan thawaf dan sai maka telah selesailah ihram
hajinya (tahallul tsani), tersisa satu kewajiban lagi yaitu thawaf wada sebelum
meninggalkan kota Mekkah.
- k.
Kembali ke tanah
air. Sesuai jadwal pemulangan jamaah haji akan diberangkatkan dari Mekkah menuju
bandara King Abul Aziz di Jeddah. Sebelum meninggalkan Mekkah jamaah diwajibkan
melakukan thawaf wada. Sekitar dua hari sebelum jadwal pemulangan petugas dari
maskapai akan datang ke hotel untuk penimbangan koper dan mengangkutnya, kemudian
petugas akan memeriksa agar tidak ada barang terlarang masuk ke bagasi kapal.
- l. Sampai ke Indonesia. Setelah mendarat di tanah air jamaah akan diberangkatkan menuju debarkasi atau asrama haji tempat pemberangkatan semula. Di debarkasi ini jamaah mendapatkan air zamzam 5 lt. Dari debarkasi jamaah diberangkatkan menuju kabupaten/ kota masing-masing.
Itulah rute
perjalanan jamaah haji Indonesia pada gelombang satu. Adapun gelombang dua maka
rute perjalanannya sebagai berikut:
- a.
Dari kabupaten/
kota menuju ke embarkasi
- b.
Dari embarkasi
menuju bandara
- c.
Terbang dari
tanah air menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah
- d.
Dari Jeddah
menuju ke Mekkah. Jamaah bisa melakukan ihram di Bandara Jeddah atau saat di
atas pesawat tatkala pesawat berada sejajar dengan kordinat Miqat Qarnul
Manazil.
- e.
Sampai ke
Mekkah. Setelah istirahat yang cukup di hotel dilanjutkan melaksanakan thawaf umrah
berikut sai untuk yang niat umrah dulu. Bagi yang lansung ihram haji maka
melaksanakan thawaf qudum. Selama di
Mekkah sambil menunggu puncak haji dan setelahnya jamaah dapat memperbanyak
ibadah di Masjidil harom dan umrah sunnat.
- f.
Menuju ke
Arafah pada tanggal 8 Dzul Hijjah. Sebelum naik bis sudah dipastikan jamaah telah
berihram haji. Pelaksanaan wukuf dimulai zhuhur tanggal 9.
- g.
Menuju ke
Muzdalifah pada malam 10 Dzul Hijjah untuk mabit dan memungut kerikil.
- h.
Dari
Muzdalifah ke Mina selepas tengah malam tanggal 10 Dzul Hijjah.
- i.
Dari Kemah
Mina berjalan kaki menuju Jamarat pada tanggal 10 dan hari-hari tasyriq, 11
sampai dengan 12 atau 13 Dzul Hijjah, malam harinya diwajibkan mabit di Mina
dengan durasi lebih dari setengah malam. Setelah melontar jumrah aqabah tanggal
10 jamaah melaksanakan tahallul awwal dengan memotong rambut, setelah tahallul
diperbolehkan mengganti pakaian ihram dengan baju biasa.
- j.
Nafar awwal
atau nafar tsani yaitu kembali ke Mekkah pada tanggal 12 atau 13 Dzul Hijjah,
kebanyakan jamaah memilih nafar awwal dibandingkan nafar tsani. Di Mekkah
jamaah melaksanakan thawaf ifadhah dan sai.
- k.
Dari Mekkah
setelah thawaf wada terlebih dulu jamaah menuju ke Bandara Jeddah.
- l.
Dari Jeddah menuju
ke tanah air.
- m.
Dari Bandara
menuju ke debarkasi atau asrama haji untuk menerima zamzam dan koper
- n. Dari debarkasi menuju kabupaten/ kota masing-masing.
Demikian rute
perjalanan jamaah haji gelombang dua, perbedaannya dengan gelombang satu hanya
pada pemberangkatan dari tanah air dan kepulangannya saja. Gelombang satu dari
Indonesia menuju Madinah dulu, pulangnya dari Mekkah ke Jeddah ke Indonesia. Sedangkan
gelombang dua dari Indonesia menuju Ke Jeddah ke Mekkah selesai hajar ukeke
Madinah, pulangnya dari Madinah ke Indonesia. Saya cukupkan pembahasan kali
ini, insyaallah saya lanjut di postingan berikutnya, silahkan berkomentar atau
mengajukan pertanyaan, maaf bila ada kekurangan, semoga bermanfaat.
Wassalamu ‘alaikum
wr wb.
.png)
.png)
No comments:
Post a Comment