Wednesday, May 13, 2026

Alur Pekerjaan Ibadah Haji

 

Urutan Pekerjaan Ibadah Haji

Assalamu ‘alaikum wr wb

Saudaraku tamu Allah, sudah tahukan rangkaian ibadah haji yang akan dilaksanakan. Sahnya amalan haji membutuhkan pada ilmu. karena itu saya bagikan pengalaman saya dalam pelaksanaan ibadah haji, semoga bisa membantu dan menambah pemahaman. Berikut ini urutan rangkaian ibadah dalam haji dengan pelaksanaan haji tamattu’.



1.     Tanggal 8 Dzulhijah bada zhuhur semua hujjaj termasuk yang haid mandi besar untuk ihram di pemondokan

2.     Mewangikan badan

3.     Memakai pakaian ihram di pemondokan

4.     Shalat sunat ihram dua raka'at di pemondokan

5.     Naik bus menuju Arafah

6.     Niat haji

7.     Mengucapkan talbiyah sepanjang jalan ke Arafah

8.     Memasuki kemah di Arafah dan menginap di Arafah

9.     Menjelang zhuhur tanggal 9 Dzulhijjah  mengambil air wudhu dan kemudian mendengarkan khutbah wukuf

10.Melaksanakan shalat zhuhur jamak takdim dengan ashar berjama'ah

11.Berdzikir, takbir, tahmid, tahlil dan berdo'a sebanyak banyaknya.

12.Setelah maghrib di Arafah kemudian naik bus menuju ke Muzdalifah

13.Shalat maghrib dan isya di Muzdalifah (bila mungkin)

14.Memungut kerikil sebanyak sekitar 49 sd 70 butir lebih dengan pesediaan

15.Mabit (bermalam) di Muzdalifah

16.Setelah pertengahan malam naik bus menuju Mina

17.Memasuki kemah di Mina

18.Berangkat ke Jamarat untuk melontar Jumratul Aqabah

19.Tahallul awwal dengan menggunting rambut, bila memungkinkan boleh setelahnya berangkat ke Mekkah untuk thawaf ifadhah dan sa’i yang berarti tahallul tsani

20.Mengganti pakaian ihram dengan baju biasa

21.Kembali ke kemah di Mina

22.Mabit atau bemalam di Mina malam harinya

23.Besok harinya ke Jamarat untuk melontar Jumratul Ula Wustha dan Aqabah

24.Kembali ke kemah di Mina

25.Mabit di Mina malam harinya

26.Besok harinya melontar kembali ke Jamarat

27.Kembali ke kemah

28.Setelah zhuhur tanggal 12 Dzulhijjah boleh pulang kembali ke Makkah dan yang demikian disebut nafar awwal.

29.Bila tidak nafar awwal maka dilanjut mabit kembali di kemah Mina

30.Besok harinya melontar Jumrah Ula Wustha dan Aqabah seperti hari-hari yang sudah.

31.Tanggal 13 Dzulhijah ba'da melontar Jumrah jema'ah haji pulang kembali ke Makkah, dan yang demikian disebut nafar tsani.

32.Melaksanakan thawaf ifadhah dan sa’i bila belum dilaksanakan sebelumnya

33.Selesailah sudah pekerjaan ibadah haji dan apabila telah tiba waktunya kembali ke tanah air atau pergi ke Madinah maka harus melaksanakan thawaf wada’ terlebih dahulu.

Untuk memperjelas rangkaian tadi saya jelaskan lebih rinci tiap kewajiban yang dilakukan sebagagai berikut:

1.       Ihram/ Niat  Pada tanggal 8 Dzul Hijjah

·      Menggunting kuku dan mencukur bulu badan

Agar terhindar dari malakukan pelanggaran setelah niat ihram dianjurkan menggunting kuku terlebih dulu dengan rapi, dan juga mencukur bulu-bulu badan kecuali yang biasa dibiarkan seperti jenggot bagi laki-laki

·      Mandi sunat ihrom

Sebelum melaksanakan ihrom umroh dianjurkan mandi terlebih dahulu. Ketentuan mandi di sini sama dengan ketentuan mandi wajib, yakni harus disertai niat dan semua angota badan luar harus terbasuh dengan air. Niatnya cukup dengan berkata dalam hati saya berniat mandi ihrom sunat karena Allah, atau desertai Bahasa arab

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلْإِحْرَامِ لِلّهِ تَعَالَى

·      Memakai wewangian (bagi laki-laki) di badan saja

Setelah mandi bagi laki-laki dianjurkan untuk memakai wewangian di badan saja. Untuk perempuan tidak dianjurkan kecuali hanya sekedar untuk menjaga agar tidak tercium bau badan, seperti menggunakan deodorant. Adapun memakai wewangian setelah ihrom maka itu dilarang. Tidak dianjurkan menggunakan wewangian pada pakaian ihram karena tatkala pakaian itu dilepas lalu digunakan kembali maka akan terhitung menggunakan wewangian.

·      Mengenakan pakaian ihrom

Pakaian ihrom digunakan sebelum menetapkan niat ihrom, dianjurkan berwarna putih. Untuk laki-laki perlu dipelajari cara mengenakan kain ihrom yang baik agar tidak mudah lepas dan tidak mudah terbuka auratnya. Untuk perempuan perlu diperhatikan larangan ihrom terutama dilarang bagi perempuan mengunakan sarung tangan dan menutupi wajah. Kesalahan yang sering dilakukan perempuan yaitu menggunakan ciput penutup kepala yang terlalu kebawah sehingga menutupi bagian wajah, padahal menutupi wajah adalah larangan ihrom.

·      Shalat sunnat ihrom

Setelah selesai mengenakan pakaian ihram disunahkan untuk melaksanakan sholat sunat ihrom dua rakaat, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlash. Setelah sholat dianjurkan berdoa dengan khusuk meminta kepada Allah agar diberi kemudahan dan petunjuk.

·      Niat/ ihram haji

Niat haji dilaksanakan di Mekkah, sebaiknya di hotel berbarengan agar tidak lupa. Kapan waktu niatnya?, niat boleh dilakukan setelah shalat sunat ihram atau bila akan menaiki bus. Berikut ini contoh bentuk niat haji:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ ِللهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ حَجًّا

boleh dilanjutkan dengan pambahan syarat:

فَإِنْ حَبَسَنِي حَابِسٌ فَمَحَلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

Saya berniat haji dan melaksanakan ihram haji karena Allah, atau aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah kepada umrah.  Maka jika ada halangan untuk menyempurnakan umrah ini maka tempat tahallulku adalah sekira Engkau menghalangiku.

·      Memperbanyak Tabiyah

Setelah niat/ ihrom dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah. Berikut ini bacaan talbiyah

لَبَّيْكَ اَللّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ, لاَشَرِيْكَ لَكَ

Artinya Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah Aku memenuhi panggilan-Mu, Aku memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagimu Aku memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat milik-Mu juga kerajaan, tiada sekutu bagimu

Talbiyah bisa dibaca masing-masing atau secara bersama-sama, dibaca selama perjalanan menuju Arafah sampai selesai melontar jumrah Aqabah tanggal 10 Dzul Hijjah. Untuk mendapatkan pahala yang maksimal maka bacaan talbiyah ini dihayati maknanya dalam hati, Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanyalah milik-Mu. Ditanamkan dalam hati bahwa pelaksaan umroh ini semata mata karena memenuhi panggilan dan perintah Allah, bersyukur kepada Allah disertai memuji-Nya karena diberi nikmat dan kemampuan untuk melaksanakn umroh, dan menyakini bahwa ini semua adalah atas kekuasaan Allah bukan atas kemampuan pribadi.

Setelah tiap tiga kali talbiyah dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada kanjeng Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah kami meminta kepada-Mu ridho-Mu dan surga, dan kami meminta perlindungan dari murka-Mu dan neraka.

·      Menjauhi larangan ihrom

Setelah niat/ ihrom maka melekat larangan-larangan ihrom. Ihrom sendiri artinya adalah mengharamkan, sebagai mana dalam shalat kita mengenal takbirotul ihrom, sebelum shalat bisa berbicara, banyak gerak dan lain-lain setelah takbir menjadi terlarang. Behitu pula setelah ihrom umroh maka harus menjauhi semua larangannya. Larangan ihrom ini meliputi:

Bagi pria saja:

1.     Memakai pakaian yang dijahit atau disambung ujung ke ujung, seperti kaus, celana dan sepatu yang menutupi mata kaki

2.     Menutup kepala yang melekat seperti topi peci dan sorban.

Bagi wanita saja:

1.     Berkaus tangan

2.     Menutup muka/ memakai cadar

Larangan ihram bagi pria dan wanita:

1.     Memakai wangi-wangian dan minyak rambut

2.     Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan atau menghilangkannya dengan cara apapun

3.     Jima (bersetubuh),  bercumbu, atau mengeluarkan air mani dengan sengaja

4.     Nikah, menikahkan atau meminang

5.     Menganiaya atau membunuh binatang buruan darat yang halal (setelah tahallul tetap dilarang jika berada di tanah Haram)

6.     Memotong pepohonan atau mencabut rerumputan di tanah haram (baik sedang berihram ataupun tidak)

Selain sepuluh larangan tersebut orang yang berihram sangat dilarang untuk mengucapkan kata-kata kotor (rafats), berbuat jahat dan bermaksiat (fusuq),  bertengkar dan mencaci (jidal).

·      Naik bus menuju Arafah

Setelah niat dan talbiyah jamaah haji diarahkan untuk menaiki bus menuju ke Arafah. Pemberangkatan menuju Arafah dimulai dari pagi hari sekitar pukul 09.00 sampai dengan sore hari. Pada keadaan tertentu pemberangkatan bisa selesai lebih lama. Jarak antara kota Mekkah ke Arafah adalah sekitar 25 km, dalam keadaan lancar bisa ditempuh dalam waktu tiga puluh menit. Bus penjemputan disediakan oleh syarikah, sejenis badan usaha penyedia layanan haji di Saudi Arabia. Kendaraan yang beroprasi sangat dibatasi, karenanya jamaah haji dijemput dari hotel secara bergantian (taraddudi).

2.       Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzul Hijjah

·      Memasuki tenda Arafah pada tanggal 8 Dzul Hijjah dan menginap semalam

·      Menjelang zhuhur tanggal 9 Dzulhijjah  mengambil air wudhu dan kemudian mendengarkan khutbah wukuf

·      Melaksanakan shalat zhuhur jamak takdim dengan ashar berjama'ah

·      Berdzikir, takbir, tahmid, tahlil dan berdo'a sebanyak banyaknya.

Wukuf adalah puncak haji jadi perlu dioptimalkan dengan khusu’ dan memohon kepada Allah sepenuh hati untuk kebaikan dunia dan akhirat. Doa-doa wukuf bisa dibaca pada buku panduan doa yang diberikan pemerintah. Kewajiban pada wukuf ini adalah harus berada di Arafah pada tanggal 9 Dzul Hijjah walaupun sebentar antara zhuhur (zawal) sampai terbit matahari tanggal 10. Kebanyakan jamaah haji berdzikir saat wukuf sampai menjelang sore hari. Disunahkan untuk berdoa di bawah sinar matahari langsung walau hanya sebentar, bisa dilakukan tatkala sinar matahari tidak terlalu terik menjelang sore hari.

·      Naik bus menuju ke Muzdalifah

Pemberangkatan ke Muzdalifah dimulai setelah maghrib dan jamaah haji secara bergiliran menaiki bus, petugas kloter berkoordinasi dengan pihak syarikah terkait jadwal dan giliran pemberangkatan kloternya. Jamaah harus sabar menunggu gilirannya, akhir pemberangkatan bisa lewat tengah malam, tergantung keadaan jalur angkutan. Jarak antara Arafah dan Muzdalifah adalah sekitar 7 km, jarak tempuh sekitar seperempat jam atau lebih karena jalanan macet.

Sebagian jamaah dikondisikan untuk mengikuti skema murur. Artinya mereka dari arafah diberangkatkan ke Mina melewati Muzdalifah tanpa turun di Muzdalifah. Jamaah yang ikut skema murur ini adalah mereka yang punya resiko tinggi berdasarkan pertimbangan petugas kesehatan.

3.       Mabit di Muzdalifah malam 10 Dzul Hijjah

·      Sampai di Muzdalifah lalu mencari tempat untuk mabit, lebih baik dekat pintu keluar menuju bus angkutan ke Mina

·      Shalat magrib dan isya dengan dijamak, bila belum shalat di Arafah

·      Memungut kerikil untuk melontar jumrah. Bila akan nafar awwal minimal 49 batu, jikan akan nafar tsani minimal 70 batu. Tujuh batu untuk tanggal 10 Dzul Hijjah, dan dua puluh satu untuk setiap tanggal 11 sd 12 atau 13 Dzul Hijjah.

Beberapa tahun kebelakan batu sudah diberikan oleh syarikah di Arafah, kalua demikian maka jamaah hanya perlu menjatuhkan batu di tanah lalu memungutnya lagi sesuai jumlah yang diperlukan. Harus dipastikan bahwa yang diambil adalah batu bukan yang lainnya

·      Kewajiban dalam mabit di Muzdalifah adalah berada di Muzdalifah pada malam 10 Dzul Hijjah setelah lewat tengah malam walaupun sebentar.

·      Berangkat naik bus menuju Mina setelah lepas tengah malam

Bus mulai memberangkatkan jamaah dari Muzdalifah ke perkemahan Mina sekitar pukul 00.30 atau kurang. Jamaah harus bersabar menunggu giliran pemberangkatan yang antreannya sangat panjang. Seringkali jamaah harus berdiri di pintu antrean berjam-jam sampai dapat menaiki bus, diantaranya bahkan sampai pingsan. Kondisi ini disebabkan jalanan yang padat dan kurang kesabaran sehingga berebut ingin naik bus lebih awal padahal waktu kedatangan bus tidak bisa diprediksi. Pemberangkatan terakhir sekitar subuh bahkan dalam kondisi tertentu bisa sampai pagi, sedangkan fasilitas dan konsumsi di Muzdalifah sangat terbatas. Jarak antara Muzdalifah ke perkemehan Mina sekitar  4 – 7 km tergantung area kemah yang dituju.   

4.       Melontar Jumrah Aqabah 10 Dzul Hijjah

·      Memasuki tenda Mina

Jamaah Haji turun dari Bus lalu membawa barang bawaannya memasuki tenda Mina sesuai pembagian yang telah ditetapkan oleh syarikah dan petugas kloter

·      Berjalan kaki menuju Jamarat untuk melontar jumrah Aqabah

Secara hukum fiqh pelontaran jumrah Aqabah tanggal 10 Dzul Hijjah dapat dilakukan setelah lepas tengah malam. Pada praktiknya tergantung pada kebijakan pemerintah Saudi, biasanya jamaah haji Indonesia tidak diperkenankan keluar dari perkemahan dari mulai subuh sampai zhuhur. Jadi waktu melontar ini tergantung kedatangan jamaah ke kemah Mina, bisa sebelum subuh, atau setelah ashar. Jarak antara tenda Mina ke Jamarat adalah sekitar 3-7 km, semua ditempuh dengan jalan kaki, atau kursi roda. Jamarat itu ada tiga aula, wustha dan aqabah. Pada tanggal 10 ini hanya melontar jumrah aqabah yang terletak paling ujung. Jamaah haji harus melontar 7 kali, setiap lontaran menggunakan satu batu. Sebelum melontar dianjurkan untuk berdzikir:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ, وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ

Artinya: dengan menyebut nama Allah, Allah maha besar, Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Pengasih

5.       Mencukur Rambut (Tahallul Awwal) 10 Dzul Hijjah

·      Tahallul artinya menghalalkan kembali yang sebelumnya haram. Tahallul awwal adalah dengan melakukan dua dari tiga amalan: 1) melontar jumrah Aqabah, 2) mencukur rambut, 3) thawaf berikut sa’i. setelah tahallul awwal maka larangan ihram kembali halal selain jima, bercumbu, menikah’ menikahkan, membunuh hewan buruan dan menebang/ mencabut tetumbuhan di tanah haram.

·      Menggunting rambut ini dilalukan setelah selesai melontar jumrah Aqabah, bisa dilakukan di sekitar jamarat, boleh digunting minimal tiga helai dulu kemudian disempurnakan pada waktu longgar.

·      Setelah mencukur rambut dianjurkan berdoa:

اللّٰهُمَّ آتنِي بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً وَارْفَعْ لِي بِهَا دَرَجَةً وَاغْفِرْ لِي وَلِلْمُحَلِّقِينَ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: Ya Allah berilah hamba dengan setiap helai rambut satu kebaikan dan hapuslah dari hamba dengannya satu keburukan, dan angkatlah bagi hamba dengannya satu derajat, dan ampunilah hamba dan orang-orang yang bercukur dan semua orang muslim.

·      Selesai melontar dan mencukur rambut jamaah bisa kembali ke kemah Mina dan ganti pakaian. Bagi yang kuat diperbolehkan langsung ke Mekkah untuk melanjutkan thawaf berikut sa’i.

6.       Mabit di Mina malam 11 sd 12 atau 13 Dzul Hijjah

Mabit di Mina dilakukan dua malam atau tiga malam pada malam hari tasyriq. Kewajibannya yaitu harus berada di Mina lebih dari setengah malam (mu’zhamullail). Artinya jamaah harus berada di Mina dengan durasi lebih dari separuh malam.

7.       Melontar tiga Jamarat 11 sd 12 atau 13 Dzul Hijjah

·      Jamaah haji harus berjalan kaki kembali menuju jamarat dan melontar ketiga jamarat, masing-masing tujuh kali. Jadi setidaknya jamaah membawa dua puluh satu batu. Jamarat dilontar secara berurutan ula, wustha lalu aqabah. Pelontaran ini dilakukan dua hari atau tiga hari pada hari-hari tasyriq.

·      Waktu pelontaran dimulai sejak terbit fajar (waktu subuh) sampai akhir hari tasyriq. Jamaah haji Indonesia pada hari-hari tasyriq ini tidak dianjurkan untuk melontar pada saat zhuhur, biasanya sebelum zhuhur kemah Mina akan ditutup bagi jamaah Indonesia, untuk menghindari kepadatan. Hemat untuk menjaga untuk menjaga keselamatan jamaah berangkat dari kemah sekitar pukul 03.30 lalu melontar setelah berkumandang adzan shubuh, atau melontar di malam hari pada tanggal 11 dan melontar setelah subuh pada tanggal 12nya.  

8.       Nafar Awwal/ Nafar Tsani 12 atau 13 Dzul Hijjah

·      Nafar awwal artinya keluar dari Mina menuju Mekkah pada tanggal 12 Dzul Hijjah, sedangkan nafar tsani adalah keluar dari Mina pada tanggal 13 Dzul Hijjah.

·      Jamaah diperbolehkan memilih atara nafar awwal atau nafar tsani. Kebanyakan memang memilih nafar awwal karena mempertimbangkan kondisi fisik dan kenyamanan di Mina.

·      Nafar awwal dilakukan setelah melontar pada tanggal 12 Dzul Hijjah, namun jika pada waktu maghrib masih berada di Mina maka pelontaran harus dilanjutkan sampai tanggal 13. Kebanyakan ulama mengharuskan nafar awwal setelah zawal/ zhuhur, tapi ada sebagian ulama seperti Imam Thawus memperbolehkannya sebelum zawal.

9.       Thawaf Ifadhah

·      Thawaf disyaratkan suci dari hadats (punya wudhu) dan najis, dan harus menutup aurat

·      Memulai dari Aswad dan dilakukan sebanyak 7 putaran, setiap kali sejajar dengan hajar aswad dan rukun yamani disunahkan untuk berisyarat dengan tangan kanan dengan melambaikannya kepada hajar aswad dan rukun yamani. Setelah isyarat kepada hajar aswad dianjurkan mengecup telapak tangan.

·      Selama thowaf dianjurkan banyak berdoa, boleh membaca doa apa saja dengan bahasa apa saja, boleh juga membaca ayat-ayat Al Quran, atau membaca dzikir Al-Baqiyatussholihat, yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Di antara rukun yamani dan hajar aswad dianjurkan membaca doa berikut:

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأٓخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ, يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: Ya Tuhan kami berilah kami di dunia kebaikan, dan di akhirat kebaikan, dan lindungi kami dari siksa neraka, dan masukanlah kami ke surga Bersama orang-orang baik wahai Dzat yang maha kuasa maha mengampuni wahai Tuhan semesta alam.

Berikut ini di antara doa pilihan dalam thawaf:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًامَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ

Artinya:  “Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni dan amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam dada. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang.

·      Melakukan sholat sunnat thowaf di belakang Maqom Ibrohim dilanjutkan berdoa sambil menatap Multazam

·      Minum Air Zamzam, sambil menatap Ka’bah, berdo’a dulu lalu diminum tiga tegukan

10.   Sai (Tahallul Tsani)

·      Dimulai dari Shofa, sebanyak 7 kali, dan berakhir di marwah

·      Selama perjalanan dianjurkan membaca doa, saat menanjak membaca takbir, dijalan yang datar membaca tasbih atau al baqiyatussholihat, dan dianjurkan membaca ayat berikut:

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَاِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya: Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syi‘ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

·      Pada area yang berlampu hijau laki-laki disunatkan berlari-lari kecil sambil berdoa:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Artinya: Ya Tuhanku berilah ampunan,  rahmat, maaf, dan kemurahan, dan ampunilah dosa yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang hamba tidak ketahui, sesungguhnya Engkau Allah yang paling berkuasa dan mulia.

·      Melaksanakan thawaf berikut sa’i berarti telah menunaikan tahallul tsani maka semua keharaman ihram menjadi halal kembali kecuali larangan yang melekat di tanah haram yakni membunuh hewan buruan dan menebang/ mencabut tetumbuhan tanah haram.

·      Kewajiban yang belum dikerjakan tinggal satu yaitu thawaf wada’, thawaf wada’ ini dilaksanakan tatkata akan meninggalkan kota Mekkah.

Sekian pembahasan manasik pada postingan kali ini, semoga saudaraku para hujjaj diberi kemudahan dan taufiq untuk melaksanakan ibadah dengan benar dan baik, semoga Allah jadikan ibadah haji yang mabrur, amin. Terima kasih telah berkunjung dan membaca.

Wassalamu ‘alaikum wr wb.

Alur Pekerjaan Ibadah Haji

  Urutan Pekerjaan Ibadah Haji Assalamu ‘alaikum wr wb Saudaraku tamu Allah, sudah tahukan rangkaian ibadah haji yang akan dilaksanakan....