Menu

Wednesday, May 6, 2026

Tata Cara Pelaksanaan Umrah Wajib Beserta Urutannya

    PROSES PELAKSANAAN UMROH WAJIB

 


Umroh wajib yang dimaksud di sini adalah umroh pertama yang dilakukan sesampainya di Mekkah. Umroh yang dilakukan setelahnya biasa disebut umroh sunnat, meskipun disebut umroh sunnat tapi tata cara dan hukum-hukumnya sama dengan umroh wajib, dengan pengertian harus dilakukan sampai selesai, dan bila ada pelanggaran wajib membayar dam. Rukun umroh harus dilakukan secara berurutan, rukun ini adalah 1) ihrom, 2) thawaf, 3) sa’i, 4) tahallul (mencukur rambut). Selain rukun ada juga wajib umroh dan sunat umroh. Berikut ini tata cara pelaksanaan umroh secara berurutan meliputi rukun, wajib dan sunat.   

1.     Ihrom

·      Menggunting kuku dan mencukur bulu badan

Agar terhindar dari malakukan pelanggaran setelah niat ihram dianjurkan menggunting kuku terlebih dulu dengan rapi, dan juga mencukur bulu-bulu badan kecuali yang biasa dibiarkan seperti jenggot bagi laki-laki

·      Mandi sunat ihrom

Sebelum melaksanakan ihrom umroh dianjurkan mandi terlebih dahulu. Ketentuan mandi di sini sama dengan ketentuan mandi wajib, yakni harus disertai niat dan semua angota badan luar harus terbasuh dengan air. Niatnya cukup dengan berkata dalam hati saya berniat mandi ihrom sunat karena Allah, atau desertai Bahasa arab

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلْإِحْرَامِ لِلّهِ تَعَالَى

·      Memakai wewangian (bagi laki-laki) di badan saja

Setelah mandi bagi laki-laki dianjurkan untuk memakai wewangian di badan saja. Untuk perempuan tidak dianjurkan kecuali hanya sekedar untuk menjaga agar tidak tercium bau badan, seperti menggunakan deodorant. Adapun memakai wewangian setelah ihrom maka itu dilarang. Tidak dianjurkan menggunakan wewangian pada pakaian ihram karena tatkala pakaian itu dilepas lalu digunakan kembali maka akan terhitung menggunakan wewangian.

·      Mengenakan pakaian ihrom

Pakaian ihrom digunakan sebelum menetapkan niat ihrom, dianjurkan berwarna putih. Untuk laki-laki perlu dipelajari cara mengenakan kain ihrom yang baik agar tidak mudah lepas dan tidak mudah terbuka auratnya. Untuk perempuan perlu diperhatikan larangan ihrom terutama dilarang bagi perempuan mengunakan sarung tangan dan menutupi wajah. Kesalahan yang sering dilakukan perempuan yaitu menggunakan ciput penutup kepala yang terlalu kebawah sehingga menutupi bagian wajah, padahal menutupi wajah adalah larangan ihrom.

·      Menuju Miqat Bir Ali/ Bandara King Abdul Aziz

Bagi jamaah yang diberangkatkan ke Madinah terlebih dulu maka mereka melaksanakan ihrom/ niat di Bir Ali (Dzul Hulaifah). Bagi yang diberangkatkan ke Jeddah terlebih dulu maka dapat mengambil miqot di Bandara King Abdul Aziz berdasarkan fatwa MUI dan fatwa Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami karena jama’ah diperkenankan melewati miqat tanpa niat ihrom dengan catatan melakukan ihrom di suatu tempat yang minimal jaraknya ke makkah sama dengan miqat, atau bisa juga berihrom di atas pesawat saat sejajar dengan kordinat Qornul Manazil atau Yulamlam tapi perlu diingat bahwa jalannya pesawat sangat cepat jadi harus mempersiapkan diri sebelumnya.

·      Shalat sunnat ihrom

Sesampainya di miqot disunahkan untuk melaksanakan sholat sunat ihrom dua rakaat, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlash. Setelah sholat dianjurkan berdoa dengan khusuk meminta kepada Allah agar diberi kemudahan dan petunjuk, boleh ditambah dengan sujud syukur karena telah disampaikan ke tempat yang bersejarah.

·      Niat Umroh

Setelah sholat dan berdoa dilanjutkan dengan berniat. Tempat niat adalah dalam hati, caranya dengan mengatakan dalam hati aku berniat melaksanakan umroh dan berihrom umroh karena Allah, aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, dianjurkan juga melafazhkan niat:

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى (لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ عُمْرَةً)

boleh dilanjutkan dengan pambahan syarat:

فَإِنْ حَبَسَنِي حَابِسٌ فَمَحَلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

Nawaitul 'umrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala, atau Labbaikallahumma ‘umratan, dilanjutkan fain habasani habisun famahilli haitsu habastani.

Saya berniat umrah dan melaksanakan ihram umrah karena Allah, atau aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah kepada umrah. Maka jika ada halangan untuk menyempurnakan umrah ini maka tempat tahallulku adalah sekira Engkau menghalangiku.

 

·      Memperbanyak Tabiyah

Setelah niat/ ihrom dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah. Berikut ini bacaan talbiyah

لَبَّيْكَ اَللّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ, لاَشَرِيْكَ لَكَ

Artinya Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah Aku memenuhi panggilan-Mu, Aku memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagimu Aku memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat milik-Mu juga kerajaan, tiada sekutu bagimu

Talbiyah bisa dibaca masing-masing atau secara bersama-sama, dibaca selama perjalanan menuju Mekkah dan menuju Masjidil Haram sampai selesai pelaksaan umroh. Untuk mendapatkan pahala yang maksimal maka bacaan talbiyah ini dihayati maknanya dalam hati, Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanyalah milik-Mu. Ditanamkan dalam hati bahwa pelaksaan umroh ini semata mata karena memenuhi panggilan dan perintah Allah, bersyukur kepada Allah disertai memuji-Nya karena diberi nikmat dan kemampuan untuk melaksanakn umroh, dan menyakini bahwa ini semua adalah atas kekuasaan Allah bukan atas kemampuan pribadi.

Setelah tiap tiga kali talbiyah dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada kanjeng Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah kami meminta kepada-Mu ridho-Mu dan surga, dan kami meminta perlindungan dari murka-Mu dan neraka.

·      Menjauhi larangan ihrom

Setelah niat/ ihrom maka melekat larangan-larangan ihrom. Ihrom sendiri artinya adalah mengharamkan, sebagai mana dalam shalat kita mengenal takbirotul ihrom, sebelum shalat bisa berbicara, banyak gerak dan lain-lain setelah takbir menjadi terlarang. Behitu pula setelah ihrom umroh maka harus menjauhi semua larangannya. Larangan ihrom ini meliputi:

Bagi pria saja:

1.     Memakai pakaian yang dijahit atau disambung ujung ke ujung, seperti kaus, celana dan sepatu yang menutupi mata kaki

2.     Menutup kepala yang melekat seperti topi peci dan sorban.

Bagi wanita saja:

1.     Berkaus tangan

2.     Menutup muka/ memakai cadar

Larangan ihram bagi pria dan wanita:

1.     Memakai wangi-wangian dan minyak rambut

2.     Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan atau menghilangkannya dengan cara apapun

3.     Jima (bersetubuh),  bercumbu, atau mengeluarkan air mani dengan sengaja

4.     Nikah, menikahkan atau meminang

5.     Menganiaya atau membunuh binatang buruan darat yang halal (setelah tahallul tetap dilarang jika berada di tanah Haram)

6.     Memotong pepohonan atau mencabut rerumputan di tanah haram (baik sedang berihram ataupun tidak)

Selain sepuluh larangan tersebut orang yang berihram sangat dilarang untuk mengucapkan kata-kata kotor (rafats), berbuat jahat dan bermaksiat (fusuq),  bertengkar dan mencaci (jidal).

2.     Thawaf Umroh

       Thawaf disyaratkan suci dari hadats (punya wudhu) dan najis, dan harus menutup aurat

       Memulai dari Aswad dan dilakukan sebanyak 7 putaran, setiap kali sejajar dengan hajar aswad dan rukun yamani disunahkan untuk berisyarat dengan tangan kanan dengan melambaikannya kepada hajar aswad dan rukun yamani. Setelah isyarat kepada hajar aswad dianjurkan mengecup telapak tangan.

       Selama thowaf dianjurkan banyak berdoa, boleh membaca doa apa saja dengan bahasa apa saja, boleh juga membaca ayat-ayat Al Quran, atau membaca dzikir Al-Baqiyatussholihat, yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Di antara rukun yamani dan hajar aswad dianjurkan membaca doa berikut:

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأٓخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ, يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: Ya Tuhan kami berilah kami di dunia kebaikan, dan di akhirat kebaikan, dan lindungi kami dari siksa neraka, dan masukanlah kami ke surga Bersama orang-orang baik wahai Dzat yang maha kuasa maha mengampuni wahai Tuhan semesta alam.

Berikut ini di antara doa pilihan dalam thawaf:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًامَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ

Artinya:  “Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni dan amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam dada. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang.

       Melakukan sholat sunnat thowaf di belakang Maqom Ibrohim dilanjutkan berdoa sambil menatap Multazam

       Minum Air Zamzam, sambil menatap Ka’bah, berdo’a dulu lalu diminum tiga tegukan

3.     Sa’i

       Dimulai dari Shofa, sebanyak 7 kali, dan berakhir di marwah

       Selama perjalanan dianjurkan membaca doa, saat menanjak membaca takbir, dijalan yang datar membaca tasbih atau al baqiyatussholihat, dan dianjurkan membaca ayat berikut:

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَاِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya: Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syi‘ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

       Pada area yang berlampu hijau laki-laki disunatkan berlari-lari kecil sambil berdoa:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Artinya: Ya Tuhanku berilah ampunan,  rahmat, maaf, dan kemurahan, dan ampunilah dosa yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang hamba tidak ketahui, sesungguhnya Engkau Allah yang paling berkuasa dan mulia.

4.     Tahallul

       Tahallul artinya menghalalkan kembali yang sebelumnya haram. Tahallul dilakukan dengan menggunting pendek atau gundul, bagi perempuan cukup memendekan seukuran ujung jari.

       Menggunting rambut ini dilalukan setelah selesai sai, di area luar masjidil harom, boleh digunting minimal tiga helai dulu kemudian disempurnakan pada waktu longgar.

       Setelah tahallul dianjurkan berdoa:

اللّٰهُمَّ آتنِي بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً وَارْفَعْ لِي بِهَا دَرَجَةً وَاغْفِرْ لِي وَلِلْمُحَلِّقِينَ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: Ya Allah berilah hamba dengan setiap helai rambut satu kebaikan dan hapuslah dari hamba dengannya satu keburukan, dan angkatlah bagi hamba dengannya satu derajat, dan ampunilah hamba dan orang-orang yang bercukur dan semua orang muslim.

       Selesai rangkaian umroh boleh kembali ke pemondokan dan ganti pakaian.

Jika hajinya haji tamattu’ dan ingin mengerjakan umroh kembali maka bisa mengambil  miqat dari Ji'ranah, Tan'im atau Hudaibiyah, atau tempat lain di luar tanah Haram dengan cara sebagaimana tersebut di atas.

 

Secara sederhana rangkaian umroh diurutkan sebagai berikut:

Urutan Rangkaian Umrah

1.          Menggunting kuku, dan mencukur bulu ketiak dan bulu kemaluan

2.          Mandi besar di pemondokan, boleh juga mandi di Miqat

3.          Mewangikan badan saja

4.          Memakai kain Ihram di miqat dan boleh juga di pemondokan

5.          Menaiki bus menuju miqat (boleh pakai lhram di Miqat)

6.          Shalat sunat ihram dua raka'at

7.          Niat Umrah

8.          Menaiki bus menuju Makkah

9.          Mengucapkan talbiyah sepanjang jalan

10.     Setelah sampai di pemondokan Makkah terus beristirahat.

11.     Berangkat menuju Masjidil Haram

12.     Melaksanakan thawaf tujuh putaran di Ka’bah

13.     Melaksanakan shalat sunat thawaf dua raka'at di belakang maqam lbrahim

14.     Berdo'a menatap multazam

15.     Meminum air zamzam

16.     Menuju ke bukit Shafa

17.     Berdo'a di bukit Shafa sambil mengarah ke arah Ka'bah

18.     Memulai sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak 7 kali

19.     Berlari kecil setiap berada di area berlampu hijau

20.     Akhiri sa’i di Marwah setelah 7 kali dan berdo'a

21.     Bertahallul dengan menggunting rambut, berarti selesai pula pekerjaan umrah

Mengganti pakaian ihram dengan pakaian biasa

Sunday, April 26, 2026

Download Terjemah Kitab Safinah Bahasa Sunda PDF

 Download Terjemah Kitab Safinatunnaja Bahasa Sunda

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat-sahabat pembaca yang Allah rahmati, pada postingan ini saya share terjemah kitab safinatunnaja dengan bahasa sunda. Silahkan download filenya dengan format PDF di akhir postingan, semoga bermanfaat. Tinggalkan komentar, jangan lupakan doa untuk hamba faqir ini, terima kasih.

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين. وبه نستعين على أمور الدنيا والدين. وصلى الله وسلم على سيدنا محمد خاتم النبيين، وآله وصحبه أجمعين. ولاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم.

Sadaya puji kagungan Allah Pangeran sadaya alam. Namung ka Anjeuna urang nyuhungkeun pitulung dina urusan-urusan dunia jeung agama. Mugi Allah nambihan rohmat anu disarengan ku ta’zhim sareng nambihan panghurmatan ka kanjeng Nabi Muhammad panutup para Nabi, ka sadaya kulawargina oge sahabatna. Teu aya daya sareng kakiatan angin kalawan pitulung Allah anu maha luhur tur agung.

(فصل) أركان الإسلام خمسة: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت من استطاع إليه سبيلا.

Fasal﴿ Rukun Islam aya lima: 1) Nyakseni saenyana teu aya Pangeran anging Allah jeung saenyana Muhammad utusan Allah. 2) Ngadegkeun sholat. 3) Mayar zakat. 4) Puasa di bulan Romadhon. 4) Munggah haji ka Baitullah pikeun jalma anu kawasa  ngalankonan perjalanana.

 

(فصل ) أركان الإيمان ستة: أن تؤمن بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، وباليوم الآخر، وبالقدر خيره وشره من الله تعالى.

Rukun iman aya genep: 1) Iman ka Allah. 2) Iman ka para Malaikat Allah. 3) Iman kana Kitab-Kitab Allah. 4) Iman ka para Rosul Allah. 5) Iman kana poe akhir. 6) Iman kana qodar boh anu sae atanapi awon sadayana ti Allah.

(فصل ) ومعنى لا إله إلا الله لا معبود بحق في الوجود إلا الله.

Fasal﴿ Makna kalimat “la ilaha illallah” eta teu aya pangeran anu disembah kalawan haq (di alam wujud) anging Allah.

(فصل ) علامات البلوغ ثلاث: تمام خمس عشرة سنة في الذكر والأنثى، والاحتلام في الذكر والأنثى لتسع سنين، والحيض في الأنثى لتسع سنين.

Fasal﴿ Ciri-ciri baligh aya tilu:

1.      Sampurna umur 15 tahun (hijriah) di pameget jeung istri.

2.      Kaluar mani di pameget jeung istri dina umur salapan tahun.

3.      Haid di istri dina umur 9 tahun

(فصل) شروط إجزاء الحجر ثمانية: أن يكون بثلاثة أحجار، وأن ينقي المحل، وألا يجف النجس، ولا ينتقل، ولا يطرأ عليه آخر،  ولا يجاوز صفحته وحشفته، ولا يصيبه ماء، وأن تكون الأحجار طاهرة.

Fasal﴿ Syarat-syarat cukupna susuci ku batu aya dalapan:

1.      Kudu ngangge tilu batu.

2.      Kudu ngabersihkeun tempat kaluar najis

3.      Najisna ulah kaburu garing.

4.      Najisna ulah pindah.

5.      Ulah kadatangan najis anu sejen.

6.      Najisna ulah ngaliwatan lempitan bobokong atawa hasyafah.

7.      Najisna ulah kakeunaan cai.

8.      Batuna kudu suci.

(فصل ) فروض الوضوء ستة: الأول النية، الثاني غسل الوجه، الثالث غسل اليدين مع المرفقين، الرابع مسح شيء من الرأس، الخامس غسل الرجلين مع الكعبين، السادس الترتيب.

Fasal﴿ Fardu wudhu aya genep: 1) Niat. 2) Ngawasuh wajah. 3) Ngawasuh dua panangan sarta dua siku. 4) Ngusap sawareh mastaka. 5) Ngawasuh dua sampean sarta dua mumuncangan. 6) Tartib.

(فصل ) النية  قصد الشيء مقترنا بفعله، ومحلها القلب والتلفظ بها سنة، ووقتها عند غسل أول جزء من الوجه. والترتيب ألا يقدم عضوا على عضو.

Fasal﴿ Niat teh nyaeta neja hiji perkara bari dibarengan ku migawena. Ari tempatna niat eta dina hate, sedengkeun hukum ngalafazhkeuna mah sunat. Ari waktuna niat wudhu eta dina nalika ngawasuh mimiti bagian tina wajah. Ari tartib nyaeta henteu miheulakeun anggota anu pandeuri kana anggota anu tiheula.

(فصل ) الماء قليل وكثير. القليل ما دون القلتين. والكثير قلتان فأكثر. القليل يتنجس بوقوع النجاسة فيه وإن لم يتغير. والماء الكثير لا يتنجس إلا إذا تغير طعمه أو لونه أو ريحه.

Fasal﴿ Ari cai eta aya cai saeutik jeung cai loba. Cai saeutik eta anu kurang tina dua qullah. Cai loba mah eta anu nepi dua qullah atawa leuwih.

Cai saeutik eta jadi najis sabab kapuragan najis sanajan teu barobah. Cai loba mah lamun kapuragan najis teu jadi najis kajaba lamun robah salah sahiji tina rasana, rupana, atawa ambeuna.

(فصل ) موجبات الغسل ستة: إيلاج الحشفة في الفرج، وخروج المني، والحيض، والنفاس، والولادة، والموت.

Fasal﴿ Perkara anu ngawajibkeun adus aya genep: 1) Ngalebetkeun hasyafah kana farji. 2) Kaluar cai mani. 3) Haid. 4) Nifas. 5) Ngalahirkeun         . 6) Maot.

(فصل ) فروض الغسل اثنان: النية، وتعميم البدن بالماء.

Fasal﴿ Fardu adus eta aya dua: 1) niat, 2) ngawalatraan sakabeh awak ku cai.

(فصل ) شروط الوضوء عشرة: الإسلام، والتمييز، والنقاء عن الحيض، والنفاس، وعما يمنع وصول الماء إلى البشرة، وألا يكون على العضو ما يغير الماء، والعلم بفرضيته، وألا يعتقد فرضا من فروضه سنة، والماء الطهور، ودخول الوقت، والموالاة لدائم الحدث.

Fasal﴿ Syarat-syarat wudhu jeung adus aya sapuluh: 1) Islam. 2) Tamyiz. 3) Bersih tina haid jeung nifas. 4) Bersih tina perkara anu ngahalangan nepina cai kana kulit. 5) Ulah aya anu ngarobah kana cai dina anggota wudhu. 6) Apal kana kafarduan wudu. 7) Ulah nekadkeun yen salah sahiji tina fardu-fardu wudhu teh sunat. 8) Cai anu nyucikeun. 9) Manjing waktu.10) Tuluy-tuluy, dua syarat terakhir ieu pikeun jalma anu langgeng hadats.

 

(فصل ) نواقض الوضوء أربعة أشياء: الأول الخارج من أحد السبيلين من قبل أو دبر ريح أو غيره إلا المنى. الثاني زوال العقل بنوم أو غيره إلا نوم قاعد ممكن مقعده من الأرض. الثالث التقاء بشرتي رجل وامرأة كبيرين أجنبيين من غير حائل. الرابع  مس قبل الآدمي أو حلقة دبره ببطن الراحة أو بطون الأصابع.

Fasal﴿ Perkara anu ngabatalkeun kana wudhu aya 4:

1.      Aya anu kaluar tina salah sahiji dua palawangan salian mani.

2.      Leungit akal (kasadaran) sabab sare atawa saliana, anging sabab sare bari diuk anu netepkeun bobokong kana taneuh.

3.      Paantel kulit lalaki jeung awewe anu pada gede duanana tur deungeun-deungeun (sanes mahrom).

4.      Nyabak qubul anak Adam atawa bobolong duburna ku beubeuteung dampal panangan atawa beubeuteung ramo.

(فصل ) من انتقض وضوءه حرم عليه أربعة أشياء: الصلاة، والطواف، ومس المصحف، وحمله.

Fasal﴿ Jalma anu batal wudhuna haram migawe 4 perkara: 1) Shalat. 2) Thawaf. 3)  Nyabak mushaf. 4)  Mawa mushaf.

ويحرم على الجنب ستة أشياء: الصلاة، والطواف، ومس المصحف، وحمله، واللبث في المسجد، وقراءة القرآن.

Jeung haram ka jalma anu junub 6 perkara:  1) Shalat, 2) Thawaf, 3) Nyabak mushaf, 4) Mawa mushaf, 5) Cicing di masjid, 6)  Maca qur`an.

 

ويحرم بالحيض عشرة أشياء: الصلاة، والطواف، ومس المصحف، وحمله، واللبث في المسجد، وقراءة  القرآن، والصوم، والطلاق، والمرور في المسجد إن خافت تلويثه، والاستمتاع بما بين السرة والركبة.

Jeung aram sabab haid sapuluh perkara: 1) Shalat, 2) Thawaf, 3) Nyabak mushaf, 4) Mawa mushaf, 5) Cicing di masjid, 6)  Maca qur`an, 7) puasa, 8) ditalaq, 9) ngaliwat di masjid lamun sieun ngecretan masjid, 10) dialap suka antara bujal jeung tuur.

 

 (فصل) أسباب التيمم ثلاثة: فقد الماء، والمرض، والاحتياج إليه لعطش حيوان محترم. غير المحترم ستة: تارك الصلاة، والزاني المحصن، والمرتد، والكافر الحربي، والكلب العقور، والخنزير.

Fasal﴿ Sabab-sabab tayammum aya tilu: 1) Teu aya cai.  2) Gering, 3) Dibutuhkeuna cai karna hausna hayawan anu dimulyakeun syara’.

Hayawan anu teu dimulyakeun syara’ aya genep:

1.      Jalma anu ninggalkeun shalat         4.  Jalma kafir anu merangan

2.      Jalma zina anu muhshon                 5.  Anjing anu sok ngegel

3.      Jalma anu murtad                            6. Celeng

(فصل) شروط التيمم عشرة: أن يكون بتراب، وأن يكون التراب طاهرا، وألا يكون مستعملا، ولا يخالطه دقيق ونحوه، وأن يقصده، وأن يمسح وجهه ويديه بضربتين، وأن يزيل النجاسة أولا، وأن يجتهد في القبلة قبله، وأن يكون التيمم بعد دخول الوقت، وأن يتيمم لكل فرض.

Fasal﴿ Syarat-syarat tayammum aya sapuluh:

1.      Kudu ngangge taneuh anu aya kekebulna

2.      Taneuhna kudu suci

3.      Taneuhna ulah musta’mal (urut dipake)

4.      Taneuhna ulah kacampuran ku tipung atanapi samisalna

5.      Neja kana taneuh

6.      Ngusap wajah jeung dua panangan kalawan dua tepukan

7.      Ngaleungitkeun heula najis

8.      Kudu ijtihad dina arah qiblah samemeh tayammum, tegesna usaha mikanyaho arah qiblat

9.      Manjing waktu shalat

10. Sakali tayammum kangge sakali shalat fardu.

(فصل) فروض التيمم خمسة: الأول نقل التراب. الثاني النية. الثالث مسح الوجه. الرابع مسح اليدين إلى المرفقين. الخامس الترتيب بين المسحتين.

Fasal﴿ Fardu tayammum aya lima: 1) Mindahkeun taneuh, 2) Niat, 3) Ngusap wajah, 4) Ngusap dua panangan sarta dua siku, 5) Tartib.

Shighat niat tayammum:

(فصل) مبطلات التيمم ثلاثة: ما أبطل الوضوء، والردة، وتوهم الماء إن تيمم لفقده.

Fasal﴿ Perkara anu ngabatalkeun kana tayammum aya tilu:

1.      Sakur anu ngabatalkeun kana wudhu

2.      Murtad, na’udzu billah

3.      Nyangka aya cai lamun tayammumna karna teu aya cai.

(فصل ) الذي يطهر من النجاسات ثلاث: الخمر إذا تخللت بنفسها، وجلد الميتة إذا دبغ، وما صار حيوانا.

Fasal﴿ Barang najis anu bisa robah jadi suci aya tilu:

1.      Arak dimana-mana robah jadi cuka ku sorangan

2.      Kulit bangke lamun tos disamak

3.      Najis anu jadi hayawan

(فصل) النجاسات ثلاث: مغلظة، ومخففة، ومتوسطة. المغلظة نجاسة الكلب والخنزير وفرع أحدهما. والمخففة بول الصبي الذي لم يطعم غير اللبن ولم يبلغ الحولين. والمتوسطة سائر النجاسات.

Fasal﴿ Najis eta aya tilu rupa: mughollazhoh, mukhoffafah, jeung mutawassithoh.

1.      Mughallazhoh, nyaeta najis anjing jeung celeng jeung peranakanana

2.      Mukhoffafah, nyaeta cikiihna budak lalaki anu can ngadahar nanaon salian susu jeung can nepi umur dua tahun.

3.      Mutawassithoh, nyaeta najis-najis saliana dua najis tadi.

(فصل ) المغلظة تطهر بسبع غسلات بعد إزالة عينها، إحداهن بتراب. والمخففة تطهر برش الماء عليها مع الغلبة وإزالة عينها.

Fasal﴿ Najis mughollazhoh eta bisa suci ku tujuh kali wasuhan saatos leungit zat najisna, anu salah sahijina dicampuran taneuh. Najis mukhoffafah bisa suci ku nyipratkeun cai kana najisna bari leuwih loba cai tinimbang najis, jeung ngaleungitkeun zat najisna.

والمتوسطة تنقسم على قسمين: عينية، وحكمية. العينية التي لها لون وريح وطعم، فلا بد من إزالة لونها وريحها وطعمها. والحكمية التي لا لون ولا ريح ولا طعم، يكفيك جري الماء عليها.

Fasal﴿ Najis mutawassithoh kabagi dua bagian: ‘ainiyyah, jeung hukmiyah.

1.      Mutawassithoh ‘ainiyyah, nyaeta najis anu ngabogaan warna, ambeu atawa rasa, maka kudu leungit warnana, ambeuna jeung rasana.

2.      Mutawassithoh hukmiyyah, nyaeta anu teu ngabogaan warna ambeu jeung rasa. Cara nyucikeuna cukup ku ngalirkeun cai kana tempat anu kanajisan.

(فصل) أقل الحيض يوم وليلة. وغالبه ست أوسبع. وأكثره خمسة عشرة يوما بلياليها. أقل الطهر بين الحيضتين خمسة عشرة يوما. وغالبه أربعة وعشرون يوما أو ثلاثة وعشرون يوما. ولاحد لأكثره. أقل النفاس مجة. وغالبه أربعون يوما. وأكثره ستون يوما.

Fasal﴿ Pang saalitna haid eta ukuran sapoe sapeuting. Galibna genep atawa tujuh poe. Pang seueurna lima belas poe lima belas peuting. Pang saalitna suci antara dua kali haid eta lima belas poe. Galibna dua puluh opat atanapi dua puluh tilu poe. Sareng teu aya bates pangseueurna suci.

Pang saalitna nifas eta sakali kaluar getih, galibna opat puluh dinten, pang seueurna mah genep puluh dinten.

(فصل ) أعذار الصلاة اثنان: النوم، والنسيان.

Fasal﴿ ‘Udzur sholat aya dua: 1) sare, 2) poho.

(فصل) شروط الصلاة ثمانية: طهارة الحدثين، والطهارة عن النجاسة في الثوب والبدن  والمكان، وستر العورة، واستقبال القبلة، ودخول الوقت، والعلم بفرضيتها، وألا يعتقد فرضا من فروضها سنة، واجتناب المبطلات.

Fasal﴿ Syarat-syarat sholat aya dalapan:

1.      Suci tina dua hadats

2.      Suci tina najis dina pakean, badan jeung tempat.

3.      Nutupan aurat

4.      Madep ka qiblat

5.      Manjing waktu

6.      Apal kana kafarduan sholat

7.      Teu nekadkeun yen salah sahiji tina fardu shalat teh sunat

8.      Ngajauhan perkara-perkara anu ngabatalkeun.  

الأحداث اثنان: أصغر، وأكبر. فالأصغر ما أوجب الوضوء. والأكبر ما أوجب الغسل.

Hadats aya dua: hadats leutik, jeung hadats gede. Hadats leutik eta sakur anu ngawajibkeun wudhu. Hadats gede eta sakur anu ngawajibkeun adus.

العورات أربع: عورة الرجل مطلقا والأمة في الصلاة ما بين السرة والركبة. وعورة الحرة في الصلاة جميع بدنها ما سوى الوجه والكفين. وعورة الحرة والأمة عند الأجانب جميع البدن. وعند محارمهما والنساء ما بين السرة والركبة.

Aurat eta kabagi opat:  

1.      Aurat lalaki di jero oge luar sholat jeung auratna amat (budak belian awewe) di jero sholat eta antara bujal jeung tuur.

2.      Auratna istri anu merdeka di jero sholat eta sadayana badana sajabi wajah jeung dua dampal panangan (sareng tonggongna).

3.      Aurat istri anu merdeka jeung amat di sandingeun lalaki deungeun (sanes mahram) eta sadayana badan.

4.      Auratna istri anu merdeka jeung amat di sandingeun mahramna jeung sandingeun papada istri eta antara bujal sareng tuur.

(فصل ) أركان الصلاة سبعة عشر: الأول النية. الثاني تكبيرة الإحرام. الثالث القيام على القادر في الفرض. الرابع قراءة الفاتحة. الخامس الركوع. السادس الطمأنينة فيه. السابع الإعتدال. الثامن الطمأنينة فيه. التاسع السجود مرتين. العاشر الطمأنينة فيه. الحادي عشر الجلوس بين السجدتين. الثاني عشر الطمأنينة فيه. الثالث عشر التشهد الأخير. الرابع عشر القعود فيه. الخامس عشر الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم فيه. السادس عشر السلام. السابع عشر الترتيب.

Fasal﴿ Rukun sholat eta aya 17:

1.        Niat                                        

2.        Takbirotul ihrom                    

3.        Ngadeg pikeun anu kawasa dina sholat fardu         

4.        Maca Al-Fatihah                     

5.        Ruku’                                       

6.        Thuma’ninah dina ruku’

7.        I’tidal                                     

8.        Thuma’ninah dina i’tidal     

9.        Sujud dua kali                           

10.    Thuma’ninah dina sujud

11.    Diuk di antara dua sujud

12.    Thuma’ninah dina diuk di antara dua sujud

13.    Tasyahhud akhir

14.    Diuk dina tasyahhud akhir

15.    Maca sholawat ka kanjeng Nabi  dina tasyahhud akhir

16.    Aweh salam

17.    Tartib.

(فصل) النية ثلاث درجات: إن كانت الصلاة فرضا وجب قصد الفعل والتعيين والفرضية. وإن كانت نافلة مؤقتة كراتبة أو ذات سبب وجب قصد الفعل والتعيين. وإن كانت نافلة مطلقة وجب قصد الفعل فقط. الفعل أصلي، والتعيين ظهرا أو عصرا، والفرضية فرضا.

Fasal﴿ Niat aya tilu darajat. Lamun shalat fardu maka wajib neja migawe, nangtukeun, jeung kafarduan. Lamun shalat sunat anu ngabogaan waktu saperti solat sunat rowatib, atanapi shalat anu ngabogaan sabab (saperti sholat gerhana) maka wajib neja migawe jeung nangtukeun. Lamun sholat sunat mutlak maka wajib neja migawe hungkul. Neja migawe eta “أٌصَلِّي”, nangtukeun eta “ظُهۡرًا” atanapi “عَصۡرًا”, kafarduan eta “فَرۡضًا”.

(فصل) شروط تكبيرة الإحرام ستة عشرة: أن تقع حالة القيام في الفرض، وأن تكون بالعربية، وأن تكون بلفظ الجلالة، وبلفظ أكبر، والترتيب بين اللفظين، وألا يمد همزة الجلالة، وعدم مد باء أكبر، ولا يشدد الباء، وألا يزيد  واواً ساكنة أو متحركة بين الكلمتين، وألا يزيد واوا قبل الجلالة، وألا يقف بين كلمتي التكبير وقفة طويلة ولا قصيرة، وأن يسمع نفسه جميع حروفها، ودخول الوقت في المؤقت، وإيقاعها حال الإستقبال، وألا يخل بحرف من حروفها، وتأخير تكبيرة المأموم عن تكبيرة الإمام.

Fasal﴿ Syarat takbirotul ihrom aya 16:

1.        dipigawe nalika nangtung dina shalat fardhu,

2.        make bahasa Arab,

3.        make lafazh jalalah “ الله ”,

4.        make lafazh “أكبر ”,

5.        tartib antara dua lafazh eta,

6.        ulah manjangkeun hamzah lafazh jalalah,

7.        teu manjangkeun ba lafazh akbar,

8.        teu nasydidan kana ba lafazh akbar,

9.        ulah nambahan haraf wawu boh sukun atanapi dibarisan di antara dua kalimah eta,

10.    ulah nambahan haraf wawu sateu acan lafazh jalalah,

11.    ulah eureun di antara dua kalimah takbir eta boh lami atanapi sakedap,

12.    sadaya huruf dua lafazh takbir kudu kadangu ku sorangan,

13.    manjing waktu dina shalat anu ngabogaan waktu,

14.    dipigawe nalika madep ka qiblat,

15.    ulah salah maca huruf (sahingga nyababkeun robah makna)

16.    takbirotul ihrom makmum kudu pandeuri tina takbirotul ihromna imam.

(فصل ) شروط الفاتحة عشرة: الترتيب، والموالاة، ومراعاة حروفها، ومراعاة تشديداتها، وألا يسكت سكتة طويلة ولا قصيرة يقصد بها قطع القراءة، وقراءة كل آياتها ومنها البسملة، وعدم اللحن المخل بالمعنى، وأن تكون حالة القيام في الفرض، وأن يسمع نفسه القراءة، وألا يتخللها ذكر أجنبي.

Fasal﴿ Syarat fatihah aya 10:

1.        Tartib

2.        Tuluy-tuluy

3.        Ngaraksa huruf-huruf fatihah

4.        Ngaraksa tasydid-tasydidna

5.        Ulah cicing lami, jeung ulah cicing sakedap bari ngahaja megatkeun bacaan

6.        Maca sadayana ayat fatihah kalebet basmalah

7.        Ulah salah maca sahingga ngaruksak makna

8.        Dibaca dina nalika nangtung dina shalat fardu

9.        Bacaana kedah kakuping ku nyalira

10.    Ulah kaselang ku dzikir deungeun.

(فصل) تشديدات الفاتحة أربع عشرة:  بسم الله فوق اللام، الرحمن فوق الراء، الرحيم فوق الراء، الحمد لله فوق لام الجلالة، رب العالمين فوق الباء، الرحمن فوق الراء، الرحين فوق الراء، مالك يوم الدين فوق الدال، إياك نعبد فوق الياء، وإياك نستعين فوق الياء، اهدنا الصراط المستقيم فوق الصاد، صراط الذين فوق اللام، أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين فوق الضاد واللام.

Fasal﴿ Tasydid Al-Fatihah aya 14:

1) بسم الله luhureun lam, 2) الرحمن luhureun ro, 3) الرحيم luhureun ro, 4) الحمد لله luhureun lam lafazh jalalah, 5) رب العالمين luhureun ba, 6) الرحمن luhureun ro, 7) الرحيم luhureun ro, 8) مالك يوم الدين  luhureun dal, 9)  إياك نعبدluhureun ya, 10)  وإياك نستعينluhureun ya, 11) اهدنا الصراط  المستقيم  luhureun shod, 12) صراط الذين  luhureun lam, 13-14) أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين luhureun dhod jeung lam.

(فصل) يسن رفع اليدين في أربعة مواضع: عند تكبيرة الإحرام، وعند الركوع، وعند الاعتدال، وعند القيام من التشهد الأول.

Fasal﴿ Disunatkeun ngangkatkeun panangan dina opat tempat:

1) dina nalika takbirotul ihrom, 2) dina nalika bade ruku’, 3) dina nalika bade bade i’tidal, 4) dina nalika tatih tina tasyahhud awal.

(فصل) شروط السجود سبعة: أن يسجد على سبعة أعضاء، وأن تكون جبهته مكشوفة، والتحامل برأسه، وعدم الهوي لغيره،  وألايسجد على شيء يتحرك بحركته، وارتفاع أسافله على أعاليه، والطمأنينة فيه.

Fasal﴿ Syarat-syarat sujud aya tujuh:

1.        Ngaantelkeun tujuh anggota kana pangsujudan

2.        Kudu kabuka tarang

3.        Nekenkeun mastaka

4.        Ulah turun karna tujuan salian sujud

5.        Ulah sujud luhureun perkara anu nempel kana awak bari milu usik lamun jalma anu sholat usik.

6.        Bobokong kedah kaangkat leuwih luhur tinimbang mastaka

7.        Thuma`ninah dina sujud.

(خاتمة) أعضاء السجود سبعة: الجبهة، وبطون الكفين، والركبتان، وبطون أصابع الرجلين.

Khatimah﴿  Anggota sujud aya 7: 1) tarang, 2-3) bagian jero dua dampal panangan, 4-5) dua tuur, 6-7) bagian jero ramo-ramo dua dampal sampean.

(فصل) تشديدات التشهد إحدى  وعشرون، خمس في أكمله، وستة عشر في أقله. التحيات على التاء والياء، المباركات الصلوات على الصاد، الطيبات على الطاء والياء، لله على لام الجلالة، السلام على السين، عليك أيها النبي على الياء والنون والياء، ورحمة الله على لام الجلالة، وبركاته السلام على السين، علينا وعلى عباد الله على لام الجلالة، الصالحين على الصاد، أشهد أن لا إله على لام ألف، إلا الله على لام ألف ولام الجلالة، وأشهد أن على النون، محمدا رسول الله على ميم محمدا وعلى الراء وعلى لام الجلالة.

Fasal﴿ Tasydid-tasydina tasyahhud aya 21, lima dina shegat pang sampurnana, genep belas dina segat pang saalitna:

1-2) التحيات luhureun ta jeung ya

3) المباركات الصلوات luhureun shod

4-5) الطيبات luhureun tho jeung ya

6) لله luhureun lam lafazh jalalah

7) السلام luhureun sin

8-10) عليك أيها النبي luhureun ya, nun, jeung ya

11) ورحمة الله luhureun lam lafazh jalalah

12) وبركاته السلام luhureun sin

13) علينا وعلى عباد الله luhureun lam lafazh jalalah

14) الصالحين luhureun shod

15) أشهد أن لا إله luhureun lam alif

16-17) إلا الله luhureun lam alif jeung lam lafazh jalalah

18) وأشهد أن luhureun nun

19-21) محمدا رسول الله luhureun mim, ro, jeung lam lafazh jalalah.

(فصل ) تشديدات أقل الصلاة على النبي أربع: اللهم على اللام والميم، صل على اللام، على محمد على  الميم.

Fasal﴿ Tasydid-tasydina pang saalitna sholawat ka kanjeng Nabi aya opat:

1-2) اللهم luhureun lam jeung mim, 3) صل luhureun lam, 4) على محمد luhureun mim.

(فصل) أقل السلام السلام عليكم. تشديد السلام على السين.

Fasal﴿ Pang saalitna salam eta “السلام عليكم ” . Tasydidna salam luhureun sin.

(فصل) أوقات الصلاة خمس: أول وقت الظهر زوال الشمس، وآخره مصير ظل الشيء مثله غير ظل الاستواء. وأول وقت العصر إذا صار ظل كل شيء مثله وزاد قليلا، وآخره غروب الشمس. وأول وقت المغرب غروب الشمس، وآخره غروب الشفق الأحمر. وأول وقت العشاء غروب الشفق الأحمر وآخره طلوع الفجر الصادق، وأول وقت الصبح طلوع الفجر الصادق آخره طلوع الشمس.

Fasal﴿ Waktu-waktu sholat aya lima:

1.        Mimiti waktu zhuhur eta lingsirna panon poe, akhirna waktu zhuhur eta dimana-mana ukuran kalangkang nyaruaan kana barangna ditambahan kalangkang anu aya dina waktu istiwa`. 

2.        Mimiti waktu ashar eta dimana-mana kalangkan nyaruaan ukuran barangna bari ngaleuwihan, akhirna waktu ashar eta surupna panon poe.

3.        Mimiti waktu maghrib eta surupna panon poe, akhirna leungitna mega beureum.

4.        Mimiti waktu ‘isya eta leungitna mega beureum, akhirna bijilna fajar shodiq.

5.        Mimiti waktu shubuh eta bijilna fajar shodiq, akhirna bijilna panon poe.

(فصل ) تحرم الصلاة التي ليس لها سبب متقدم ولا مقارن في خمسة أوقات: عند طلوع الشمس حتى ترتفع  قدر رمح، وعند الاستواء في غير يوم الجمعة حتى تزول، وعند الاصفرار حتى تغرب وبعد صلاة الصبح حتى تطلع الشمس، وبعد صلاة العصر حتى تغرب.

Fasal﴿ Haram migawe sholat anu teu ngabogaan sabab anu miheulaan atawa sabab anu marengan dina lima waktu:

1.        Dina nalika bijil panon poe sahingga munggah ukuran satumbak

2.        Dina nalika waktu istiwa` salian poe jumat sahingga lingsir panon poe

3.        Dina nalika konengna langit sahingga surup panon poe

4.        Dina saba’da sholat subuh sahingga bijil panon poe

5.        Dina saba’da sholat ‘ashar sahingga surup panon poe.

(فصل) سكتات الصلاة ستة: بين تكبيرة الإحرام ودعاء الافتتاح، وبين  دعاء الافتتاح والتعوذ، وبين الفاتحة والتعوذ، وبين آخر الفاتحة وآمين، وبين آمين والسورة، وبين السورة والركوع.

Fasal﴿ Tempat-tempat jempe (repeh sakedap saukuran maca subhanallah) dina sholat aya genep:

1.        Antara takbirotul ihrom jeung doa iftitah

2.        Antara doa iftitah jeung ta’awwudz

3.        Antara ta’awwudz jeung al-fatihah

4.        Antara akhir al-fatihah jeung “amin”

5.        Antara “amin” jeung surat

6.        Antara surat jeung ruku’.  

(فصل) الأركان التي تلزم فيها الطمأنينة أربعة: الركوع، والاعتدال، والسجود، والجلوس بين السجدتين. الطمأنينة هي: سكون بعد حركة بحيث يستقر كل عضو محله بقدر سبحان الله.

Fasal﴿ Rukun-rukun anu wajib thuma’ninah aya opat: 1) ruku’, 2) I’tidal, 3) sujud, 4) diuk antara dua sujud. Tuma’ninah teh nyaeta anteng saba’da usik sakira sakur angota netep di tempatna kalawan ukuran maca subhanallah.

link download:

👉Safinah Terjemah Sunda Pdf