PROSES PELAKSANAAN UMROH WAJIB
Umroh
wajib yang dimaksud di sini adalah umroh pertama yang dilakukan sesampainya di
Mekkah. Umroh yang dilakukan setelahnya biasa disebut umroh sunnat, meskipun
disebut umroh sunnat tapi tata cara dan hukum-hukumnya sama dengan umroh wajib,
dengan pengertian harus dilakukan sampai selesai, dan bila ada pelanggaran
wajib membayar dam. Rukun umroh harus dilakukan secara berurutan, rukun ini
adalah 1) ihrom, 2) thawaf, 3) sa’i, 4) tahallul (mencukur rambut). Selain rukun
ada juga wajib umroh dan sunat umroh. Berikut ini tata cara pelaksanaan umroh
secara berurutan meliputi rukun, wajib dan sunat.
1. Ihrom
·
Menggunting kuku dan mencukur bulu badan
Agar terhindar dari malakukan
pelanggaran setelah niat ihram dianjurkan menggunting kuku terlebih dulu dengan
rapi, dan juga mencukur bulu-bulu badan kecuali yang biasa dibiarkan seperti
jenggot bagi laki-laki
·
Mandi sunat
ihrom
Sebelum
melaksanakan ihrom umroh dianjurkan mandi terlebih dahulu. Ketentuan mandi di
sini sama dengan ketentuan mandi wajib, yakni harus disertai niat dan semua
angota badan luar harus terbasuh dengan air. Niatnya cukup dengan berkata dalam
hati saya berniat mandi ihrom sunat karena Allah, atau desertai Bahasa arab
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلْإِحْرَامِ لِلّهِ تَعَالَى
·
Memakai
wewangian (bagi laki-laki) di badan saja
Setelah
mandi bagi laki-laki dianjurkan untuk memakai wewangian di badan saja. Untuk
perempuan tidak dianjurkan kecuali hanya sekedar untuk menjaga agar tidak
tercium bau badan, seperti menggunakan deodorant. Adapun memakai wewangian
setelah ihrom maka itu dilarang. Tidak dianjurkan menggunakan wewangian pada
pakaian ihram karena tatkala pakaian itu dilepas lalu digunakan kembali maka
akan terhitung menggunakan wewangian.
·
Mengenakan
pakaian ihrom
Pakaian ihrom digunakan sebelum
menetapkan niat ihrom, dianjurkan berwarna putih. Untuk laki-laki perlu
dipelajari cara mengenakan kain ihrom yang baik agar tidak mudah lepas dan
tidak mudah terbuka auratnya. Untuk perempuan perlu diperhatikan larangan ihrom
terutama dilarang bagi perempuan mengunakan sarung tangan dan menutupi wajah.
Kesalahan yang sering dilakukan perempuan yaitu menggunakan ciput penutup
kepala yang terlalu kebawah sehingga menutupi bagian wajah, padahal menutupi
wajah adalah larangan ihrom.
·
Menuju Miqat
Bir Ali/ Bandara King Abdul Aziz
Bagi jamaah yang diberangkatkan ke Madinah
terlebih dulu maka mereka melaksanakan ihrom/ niat di Bir Ali (Dzul Hulaifah).
Bagi yang diberangkatkan ke Jeddah terlebih dulu maka dapat mengambil miqot di
Bandara King Abdul Aziz berdasarkan fatwa MUI dan fatwa Syeikh
Ibnu Hajar Al Haitami karena jama’ah diperkenankan melewati miqat
tanpa niat ihrom dengan catatan melakukan ihrom di
suatu tempat yang minimal jaraknya ke makkah sama dengan miqat, atau bisa juga berihrom di atas
pesawat saat sejajar dengan kordinat Qornul Manazil atau Yulamlam tapi perlu
diingat bahwa jalannya pesawat sangat cepat jadi harus mempersiapkan diri
sebelumnya.
·
Shalat sunnat
ihrom
Sesampainya
di miqot disunahkan untuk melaksanakan sholat sunat ihrom dua rakaat, pada
rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua
membaca surat Al-Ikhlash. Setelah sholat dianjurkan berdoa dengan khusuk
meminta kepada Allah agar diberi kemudahan dan petunjuk, boleh ditambah dengan
sujud syukur karena telah disampaikan ke tempat yang bersejarah.
·
Niat Umroh
Setelah
sholat dan berdoa dilanjutkan dengan berniat. Tempat niat adalah dalam hati,
caranya dengan mengatakan dalam hati aku berniat melaksanakan umroh dan
berihrom umroh karena Allah, aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, dianjurkan juga
melafazhkan niat:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى
(لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ عُمْرَةً)
boleh dilanjutkan dengan pambahan syarat:
فَإِنْ حَبَسَنِي حَابِسٌ فَمَحَلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
Nawaitul
'umrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala, atau Labbaikallahumma ‘umratan, dilanjutkan fain habasani habisun famahilli haitsu
habastani.
Saya berniat
umrah dan melaksanakan ihram umrah karena Allah, atau aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah kepada
umrah. Maka jika ada halangan untuk menyempurnakan umrah ini maka tempat
tahallulku adalah sekira Engkau menghalangiku.
·
Memperbanyak
Tabiyah
Setelah
niat/ ihrom dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah. Berikut ini bacaan
talbiyah
لَبَّيْكَ اَللّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ,
اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ, لاَشَرِيْكَ لَكَ
Artinya
Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah Aku memenuhi
panggilan-Mu, Aku memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagimu Aku memenuhi
panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat milik-Mu juga kerajaan, tiada
sekutu bagimu
Talbiyah
bisa dibaca masing-masing atau secara bersama-sama, dibaca selama perjalanan
menuju Mekkah dan menuju Masjidil Haram sampai selesai pelaksaan umroh. Untuk
mendapatkan pahala yang maksimal maka bacaan talbiyah ini dihayati maknanya
dalam hati, Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu,
sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanyalah milik-Mu. Ditanamkan
dalam hati bahwa pelaksaan umroh ini semata mata karena memenuhi panggilan dan
perintah Allah, bersyukur kepada Allah disertai memuji-Nya karena diberi nikmat
dan kemampuan untuk melaksanakn umroh, dan menyakini bahwa ini semua adalah
atas kekuasaan Allah bukan atas kemampuan pribadi.
Setelah
tiap tiga kali talbiyah dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ
بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.
Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada kanjeng Nabi
Muhammad dan keluarganya. Ya Allah kami meminta kepada-Mu ridho-Mu dan surga,
dan kami meminta perlindungan dari murka-Mu dan neraka.
·
Menjauhi
larangan ihrom
Setelah niat/ ihrom maka melekat
larangan-larangan ihrom. Ihrom sendiri artinya adalah mengharamkan, sebagai
mana dalam shalat kita mengenal takbirotul ihrom, sebelum shalat bisa
berbicara, banyak gerak dan lain-lain setelah takbir menjadi terlarang. Behitu
pula setelah ihrom umroh maka harus menjauhi semua larangannya. Larangan ihrom
ini meliputi:
Bagi
pria saja:
1.
Memakai
pakaian yang dijahit atau disambung ujung ke ujung, seperti kaus, celana dan
sepatu yang menutupi mata kaki
2.
Menutup
kepala yang melekat seperti topi peci dan sorban.
Bagi
wanita saja:
1.
Berkaus
tangan
2.
Menutup
muka/ memakai cadar
Larangan
ihram bagi pria dan wanita:
1.
Memakai
wangi-wangian dan minyak
rambut
2.
Memotong
kuku, mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan atau menghilangkannya dengan cara apapun
3.
Jima
(bersetubuh), bercumbu, atau
mengeluarkan air mani dengan sengaja
4.
Nikah,
menikahkan atau meminang
5.
Menganiaya
atau membunuh binatang buruan darat yang halal (setelah tahallul tetap dilarang
jika berada di tanah Haram)
6.
Memotong
pepohonan atau mencabut rerumputan di tanah haram (baik sedang berihram ataupun
tidak)
Selain sepuluh larangan tersebut orang yang
berihram sangat dilarang untuk mengucapkan kata-kata kotor (rafats),
berbuat jahat dan bermaksiat (fusuq),
bertengkar dan mencaci (jidal).
2. Thawaf Umroh
• Thawaf
disyaratkan suci dari hadats (punya wudhu) dan najis, dan harus menutup aurat
• Memulai dari Aswad dan dilakukan sebanyak 7 putaran,
setiap kali sejajar dengan hajar aswad dan rukun yamani disunahkan untuk
berisyarat dengan tangan kanan dengan melambaikannya kepada hajar aswad dan
rukun yamani. Setelah isyarat kepada hajar aswad dianjurkan mengecup telapak
tangan.
• Selama thowaf
dianjurkan banyak berdoa, boleh membaca doa apa saja dengan bahasa apa saja,
boleh juga membaca ayat-ayat Al Quran, atau membaca dzikir Al-Baqiyatussholihat,
yaitu:
سُبْحَانَ اللهِ،
وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ
وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Di
antara rukun yamani dan hajar aswad dianjurkan membaca doa berikut:
رَبَّنَا
آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأٓخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ, يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ
يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Artinya:
Ya Tuhan kami berilah kami di dunia kebaikan, dan di akhirat kebaikan, dan
lindungi kami dari siksa neraka, dan masukanlah kami ke surga Bersama orang-orang
baik wahai Dzat yang maha kuasa maha mengampuni wahai Tuhan semesta alam.
Berikut
ini di antara doa pilihan dalam thawaf:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًامَشْكُوْرًا
وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ.
يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى
النُّوْرِ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima,
dosa yang diampuni dan amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak
akan mengalami rugi selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang
terkandung dalam dada. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang
benderang.
• Melakukan sholat sunnat thowaf di belakang Maqom
Ibrohim dilanjutkan berdoa sambil menatap Multazam
• Minum Air Zamzam, sambil menatap
Ka’bah, berdo’a dulu lalu diminum tiga tegukan
3. Sa’i
• Dimulai dari Shofa, sebanyak 7 kali, dan berakhir di
marwah
• Selama perjalanan dianjurkan membaca doa, saat menanjak
membaca takbir, dijalan yang datar membaca tasbih atau al baqiyatussholihat,
dan dianjurkan membaca ayat berikut:
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ
أَوِاعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ
خَيْرًا فَاِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya Safa dan Marwah
merupakan sebagian syi‘ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke
Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara
keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka
Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.
• Pada area yang berlampu hijau laki-laki disunatkan
berlari-lari kecil sambil berdoa:
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ
اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ
Artinya:
Ya Tuhanku berilah ampunan, rahmat,
maaf, dan kemurahan, dan ampunilah dosa yang Engkau ketahui, sesungguhnya
Engkau mengetahui apa yang hamba tidak ketahui, sesungguhnya Engkau Allah yang paling
berkuasa dan mulia.
4. Tahallul
• Tahallul artinya menghalalkan kembali yang sebelumnya
haram. Tahallul dilakukan dengan menggunting pendek atau gundul, bagi perempuan
cukup memendekan seukuran ujung jari.
• Menggunting rambut ini dilalukan setelah selesai sai,
di area luar masjidil harom, boleh digunting minimal tiga helai dulu kemudian
disempurnakan pada waktu longgar.
• Setelah tahallul dianjurkan berdoa:
اللّٰهُمَّ آتنِي بِكُلِّ
شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً وَارْفَعْ لِي بِهَا دَرَجَةً
وَاغْفِرْ لِي وَلِلْمُحَلِّقِينَ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ
Artinya:
Ya Allah berilah hamba dengan setiap helai rambut satu kebaikan dan hapuslah
dari hamba dengannya satu keburukan, dan angkatlah bagi hamba dengannya satu
derajat, dan ampunilah hamba dan orang-orang yang bercukur dan semua orang
muslim.
• Selesai rangkaian umroh boleh kembali ke pemondokan
dan ganti pakaian.
Jika
hajinya haji tamattu’ dan ingin mengerjakan umroh kembali maka bisa mengambil miqat dari Ji'ranah, Tan'im atau Hudaibiyah,
atau tempat lain di luar tanah Haram dengan cara sebagaimana tersebut di atas.
Secara sederhana rangkaian umroh diurutkan sebagai berikut:
Urutan
Rangkaian Umrah
1.
Menggunting
kuku, dan mencukur bulu ketiak dan bulu kemaluan
2.
Mandi
besar di pemondokan, boleh juga mandi di Miqat
3.
Mewangikan
badan saja
4.
Memakai
kain Ihram di miqat dan boleh juga di pemondokan
5.
Menaiki
bus menuju miqat (boleh pakai lhram di Miqat)
6.
Shalat
sunat ihram dua raka'at
7.
Niat Umrah
8.
Menaiki
bus menuju Makkah
9.
Mengucapkan
talbiyah sepanjang jalan
10.
Setelah
sampai di pemondokan Makkah terus beristirahat.
11.
Berangkat
menuju Masjidil Haram
12.
Melaksanakan
thawaf tujuh putaran di Ka’bah
13.
Melaksanakan
shalat sunat thawaf dua raka'at di belakang maqam lbrahim
14.
Berdo'a menatap
multazam
15.
Meminum air
zamzam
16.
Menuju ke
bukit Shafa
17.
Berdo'a di
bukit Shafa sambil mengarah ke arah Ka'bah
18.
Memulai
sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak 7 kali
19.
Berlari
kecil setiap berada di area berlampu hijau
20.
Akhiri
sa’i di Marwah setelah 7 kali dan berdo'a
21.
Bertahallul
dengan menggunting rambut, berarti selesai pula pekerjaan umrah
.png)
No comments:
Post a Comment