Menu

Wednesday, May 6, 2026

Tata Cara Pelaksanaan Umrah Wajib Beserta Urutannya

    PROSES PELAKSANAAN UMROH WAJIB

 


Umroh wajib yang dimaksud di sini adalah umroh pertama yang dilakukan sesampainya di Mekkah. Umroh yang dilakukan setelahnya biasa disebut umroh sunnat, meskipun disebut umroh sunnat tapi tata cara dan hukum-hukumnya sama dengan umroh wajib, dengan pengertian harus dilakukan sampai selesai, dan bila ada pelanggaran wajib membayar dam. Rukun umroh harus dilakukan secara berurutan, rukun ini adalah 1) ihrom, 2) thawaf, 3) sa’i, 4) tahallul (mencukur rambut). Selain rukun ada juga wajib umroh dan sunat umroh. Berikut ini tata cara pelaksanaan umroh secara berurutan meliputi rukun, wajib dan sunat.   

1.     Ihrom

·      Menggunting kuku dan mencukur bulu badan

Agar terhindar dari malakukan pelanggaran setelah niat ihram dianjurkan menggunting kuku terlebih dulu dengan rapi, dan juga mencukur bulu-bulu badan kecuali yang biasa dibiarkan seperti jenggot bagi laki-laki

·      Mandi sunat ihrom

Sebelum melaksanakan ihrom umroh dianjurkan mandi terlebih dahulu. Ketentuan mandi di sini sama dengan ketentuan mandi wajib, yakni harus disertai niat dan semua angota badan luar harus terbasuh dengan air. Niatnya cukup dengan berkata dalam hati saya berniat mandi ihrom sunat karena Allah, atau desertai Bahasa arab

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلْإِحْرَامِ لِلّهِ تَعَالَى

·      Memakai wewangian (bagi laki-laki) di badan saja

Setelah mandi bagi laki-laki dianjurkan untuk memakai wewangian di badan saja. Untuk perempuan tidak dianjurkan kecuali hanya sekedar untuk menjaga agar tidak tercium bau badan, seperti menggunakan deodorant. Adapun memakai wewangian setelah ihrom maka itu dilarang. Tidak dianjurkan menggunakan wewangian pada pakaian ihram karena tatkala pakaian itu dilepas lalu digunakan kembali maka akan terhitung menggunakan wewangian.

·      Mengenakan pakaian ihrom

Pakaian ihrom digunakan sebelum menetapkan niat ihrom, dianjurkan berwarna putih. Untuk laki-laki perlu dipelajari cara mengenakan kain ihrom yang baik agar tidak mudah lepas dan tidak mudah terbuka auratnya. Untuk perempuan perlu diperhatikan larangan ihrom terutama dilarang bagi perempuan mengunakan sarung tangan dan menutupi wajah. Kesalahan yang sering dilakukan perempuan yaitu menggunakan ciput penutup kepala yang terlalu kebawah sehingga menutupi bagian wajah, padahal menutupi wajah adalah larangan ihrom.

·      Menuju Miqat Bir Ali/ Bandara King Abdul Aziz

Bagi jamaah yang diberangkatkan ke Madinah terlebih dulu maka mereka melaksanakan ihrom/ niat di Bir Ali (Dzul Hulaifah). Bagi yang diberangkatkan ke Jeddah terlebih dulu maka dapat mengambil miqot di Bandara King Abdul Aziz berdasarkan fatwa MUI dan fatwa Syeikh Ibnu Hajar Al Haitami karena jama’ah diperkenankan melewati miqat tanpa niat ihrom dengan catatan melakukan ihrom di suatu tempat yang minimal jaraknya ke makkah sama dengan miqat, atau bisa juga berihrom di atas pesawat saat sejajar dengan kordinat Qornul Manazil atau Yulamlam tapi perlu diingat bahwa jalannya pesawat sangat cepat jadi harus mempersiapkan diri sebelumnya.

·      Shalat sunnat ihrom

Sesampainya di miqot disunahkan untuk melaksanakan sholat sunat ihrom dua rakaat, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlash. Setelah sholat dianjurkan berdoa dengan khusuk meminta kepada Allah agar diberi kemudahan dan petunjuk, boleh ditambah dengan sujud syukur karena telah disampaikan ke tempat yang bersejarah.

·      Niat Umroh

Setelah sholat dan berdoa dilanjutkan dengan berniat. Tempat niat adalah dalam hati, caranya dengan mengatakan dalam hati aku berniat melaksanakan umroh dan berihrom umroh karena Allah, aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, dianjurkan juga melafazhkan niat:

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى (لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ عُمْرَةً)

boleh dilanjutkan dengan pambahan syarat:

فَإِنْ حَبَسَنِي حَابِسٌ فَمَحَلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

Nawaitul 'umrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala, atau Labbaikallahumma ‘umratan, dilanjutkan fain habasani habisun famahilli haitsu habastani.

Saya berniat umrah dan melaksanakan ihram umrah karena Allah, atau aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah kepada umrah. Maka jika ada halangan untuk menyempurnakan umrah ini maka tempat tahallulku adalah sekira Engkau menghalangiku.

 

·      Memperbanyak Tabiyah

Setelah niat/ ihrom dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah. Berikut ini bacaan talbiyah

لَبَّيْكَ اَللّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ, لاَشَرِيْكَ لَكَ

Artinya Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah Aku memenuhi panggilan-Mu, Aku memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagimu Aku memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji dan nikmat milik-Mu juga kerajaan, tiada sekutu bagimu

Talbiyah bisa dibaca masing-masing atau secara bersama-sama, dibaca selama perjalanan menuju Mekkah dan menuju Masjidil Haram sampai selesai pelaksaan umroh. Untuk mendapatkan pahala yang maksimal maka bacaan talbiyah ini dihayati maknanya dalam hati, Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan hanyalah milik-Mu. Ditanamkan dalam hati bahwa pelaksaan umroh ini semata mata karena memenuhi panggilan dan perintah Allah, bersyukur kepada Allah disertai memuji-Nya karena diberi nikmat dan kemampuan untuk melaksanakn umroh, dan menyakini bahwa ini semua adalah atas kekuasaan Allah bukan atas kemampuan pribadi.

Setelah tiap tiga kali talbiyah dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada kanjeng Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah kami meminta kepada-Mu ridho-Mu dan surga, dan kami meminta perlindungan dari murka-Mu dan neraka.

·      Menjauhi larangan ihrom

Setelah niat/ ihrom maka melekat larangan-larangan ihrom. Ihrom sendiri artinya adalah mengharamkan, sebagai mana dalam shalat kita mengenal takbirotul ihrom, sebelum shalat bisa berbicara, banyak gerak dan lain-lain setelah takbir menjadi terlarang. Behitu pula setelah ihrom umroh maka harus menjauhi semua larangannya. Larangan ihrom ini meliputi:

Bagi pria saja:

1.     Memakai pakaian yang dijahit atau disambung ujung ke ujung, seperti kaus, celana dan sepatu yang menutupi mata kaki

2.     Menutup kepala yang melekat seperti topi peci dan sorban.

Bagi wanita saja:

1.     Berkaus tangan

2.     Menutup muka/ memakai cadar

Larangan ihram bagi pria dan wanita:

1.     Memakai wangi-wangian dan minyak rambut

2.     Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan atau menghilangkannya dengan cara apapun

3.     Jima (bersetubuh),  bercumbu, atau mengeluarkan air mani dengan sengaja

4.     Nikah, menikahkan atau meminang

5.     Menganiaya atau membunuh binatang buruan darat yang halal (setelah tahallul tetap dilarang jika berada di tanah Haram)

6.     Memotong pepohonan atau mencabut rerumputan di tanah haram (baik sedang berihram ataupun tidak)

Selain sepuluh larangan tersebut orang yang berihram sangat dilarang untuk mengucapkan kata-kata kotor (rafats), berbuat jahat dan bermaksiat (fusuq),  bertengkar dan mencaci (jidal).

2.     Thawaf Umroh

       Thawaf disyaratkan suci dari hadats (punya wudhu) dan najis, dan harus menutup aurat

       Memulai dari Aswad dan dilakukan sebanyak 7 putaran, setiap kali sejajar dengan hajar aswad dan rukun yamani disunahkan untuk berisyarat dengan tangan kanan dengan melambaikannya kepada hajar aswad dan rukun yamani. Setelah isyarat kepada hajar aswad dianjurkan mengecup telapak tangan.

       Selama thowaf dianjurkan banyak berdoa, boleh membaca doa apa saja dengan bahasa apa saja, boleh juga membaca ayat-ayat Al Quran, atau membaca dzikir Al-Baqiyatussholihat, yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Di antara rukun yamani dan hajar aswad dianjurkan membaca doa berikut:

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأٓخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ, يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: Ya Tuhan kami berilah kami di dunia kebaikan, dan di akhirat kebaikan, dan lindungi kami dari siksa neraka, dan masukanlah kami ke surga Bersama orang-orang baik wahai Dzat yang maha kuasa maha mengampuni wahai Tuhan semesta alam.

Berikut ini di antara doa pilihan dalam thawaf:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًامَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ

Artinya:  “Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni dan amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam dada. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang.

       Melakukan sholat sunnat thowaf di belakang Maqom Ibrohim dilanjutkan berdoa sambil menatap Multazam

       Minum Air Zamzam, sambil menatap Ka’bah, berdo’a dulu lalu diminum tiga tegukan

3.     Sa’i

       Dimulai dari Shofa, sebanyak 7 kali, dan berakhir di marwah

       Selama perjalanan dianjurkan membaca doa, saat menanjak membaca takbir, dijalan yang datar membaca tasbih atau al baqiyatussholihat, dan dianjurkan membaca ayat berikut:

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَاِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya: Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syi‘ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

       Pada area yang berlampu hijau laki-laki disunatkan berlari-lari kecil sambil berdoa:

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ اِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Artinya: Ya Tuhanku berilah ampunan,  rahmat, maaf, dan kemurahan, dan ampunilah dosa yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang hamba tidak ketahui, sesungguhnya Engkau Allah yang paling berkuasa dan mulia.

4.     Tahallul

       Tahallul artinya menghalalkan kembali yang sebelumnya haram. Tahallul dilakukan dengan menggunting pendek atau gundul, bagi perempuan cukup memendekan seukuran ujung jari.

       Menggunting rambut ini dilalukan setelah selesai sai, di area luar masjidil harom, boleh digunting minimal tiga helai dulu kemudian disempurnakan pada waktu longgar.

       Setelah tahallul dianjurkan berdoa:

اللّٰهُمَّ آتنِي بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً وَارْفَعْ لِي بِهَا دَرَجَةً وَاغْفِرْ لِي وَلِلْمُحَلِّقِينَ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: Ya Allah berilah hamba dengan setiap helai rambut satu kebaikan dan hapuslah dari hamba dengannya satu keburukan, dan angkatlah bagi hamba dengannya satu derajat, dan ampunilah hamba dan orang-orang yang bercukur dan semua orang muslim.

       Selesai rangkaian umroh boleh kembali ke pemondokan dan ganti pakaian.

Jika hajinya haji tamattu’ dan ingin mengerjakan umroh kembali maka bisa mengambil  miqat dari Ji'ranah, Tan'im atau Hudaibiyah, atau tempat lain di luar tanah Haram dengan cara sebagaimana tersebut di atas.

 

Secara sederhana rangkaian umroh diurutkan sebagai berikut:

Urutan Rangkaian Umrah

1.          Menggunting kuku, dan mencukur bulu ketiak dan bulu kemaluan

2.          Mandi besar di pemondokan, boleh juga mandi di Miqat

3.          Mewangikan badan saja

4.          Memakai kain Ihram di miqat dan boleh juga di pemondokan

5.          Menaiki bus menuju miqat (boleh pakai lhram di Miqat)

6.          Shalat sunat ihram dua raka'at

7.          Niat Umrah

8.          Menaiki bus menuju Makkah

9.          Mengucapkan talbiyah sepanjang jalan

10.     Setelah sampai di pemondokan Makkah terus beristirahat.

11.     Berangkat menuju Masjidil Haram

12.     Melaksanakan thawaf tujuh putaran di Ka’bah

13.     Melaksanakan shalat sunat thawaf dua raka'at di belakang maqam lbrahim

14.     Berdo'a menatap multazam

15.     Meminum air zamzam

16.     Menuju ke bukit Shafa

17.     Berdo'a di bukit Shafa sambil mengarah ke arah Ka'bah

18.     Memulai sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak 7 kali

19.     Berlari kecil setiap berada di area berlampu hijau

20.     Akhiri sa’i di Marwah setelah 7 kali dan berdo'a

21.     Bertahallul dengan menggunting rambut, berarti selesai pula pekerjaan umrah

Mengganti pakaian ihram dengan pakaian biasa