Menu

Thursday, January 1, 2026

RUTE PERJALANAN JAMAAH HAJI INDONESIA

RUTE PERJALANAN JAMAAH HAJI INDONESIA

 

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat-sahabat pembaca, calon jamaah haji yang Allah rahmati, kali ini kita akan membahas rute perjalalan haji, khusus bagi jamaah haji asal Indonesia. Secara umum pemberangkatan jamaah haji asal Indonesia terbagi pada dua gelombang; gelombang pertama dari Indonesia menuju ke Madinah terlebih dahulu baru kemudian ke Mekkah, gelombang dua dari Indonesia langsung menuju ke Mekkah baru setelah ibadah haji diberangkatkan ke Madinah.

Biasanya jamaah haji berada di tanah suci selama 40 hari, delapan hari di Madinah 32 hari di Mekkah, bisa kurang bisa lebih. Saya dan jamaah juga pernah mengalami tinggal di Madinah tidak genap 40 hari, semuanya tergantung kondisi di lapangan, kalau pemberangkatan dari tanah air dan kepulangan dari tanah suci biasanya pemerintah sudah pasti memesankan tiket pesawat pulang-pergi, jadi dari jauh-jauh hari sudah ada kepastian kapan berangkat dan kapan pulang.

Jamaah haji di gelombang satu diarahkan dulu ke Madinah melalui bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz karena waktu pelaksanaan puncak haji masih lama. Umumnya pemberangkatan gelombang awal dimulai awal bulan Dzul Qo’dah sedangkan puncak ibadah haji adalah tanggal 8 – 13 Dzul Hijjah. Jadi jamaah haji gelombang satu ini masih punya banyak waktu sebelum puncak haji untuk beribadah dulu di Madinah. Sedangkan gelombang dua jamaah langsung diberangkatkan ke Mekkah melalui bandara King Abdul Aziz di Jeddah.  Pemberangkatan gelombang dua dimulai sekitar tanggal 18-20 Dzul Qo’dah, dan pemberangkatan terakhir di awal bulan Dzul Hijjah sekitar tanggal 3 atau 4. Penentuan jamaah pada gelombang satu atau dua diatur oleh Kementerian Agama, sekarang olehs Kementerian Haji. Sebelum tahun 2026 pemerintah membagi rata porsi gelombang satu dan dua kepada tiap provinsi, tahun 2026 mungkin ada mekanisme baru karena porsi tiap provinsi akan berbeda tiap tahunnya menyusul kebijakan antrean haji yang disama ratakan.  

Adapun rute perjalanan ibadah haji Indonesia saya perinci sebagai berikut:

Gelombang Satu

  • a.      Jamaah Haji diberangkatkan dari masing-masing kabupaten/ kotanya menuju ke Embarkasi. Embarkasi ini adalah tempat transit sebelum jamaah menuju ke bandara, kalau di Jawa Barat embarkasi JKS tempatnya di Asrama Haji Bekasi, untuk Lampung, Banten dan DKI Jakarta  embarkasi JKG di Asrama Haji Pondok Gede. Pemberangkatan ini sesuai urutak kloter (kelompok terbang) yang telah ditentukan, setiap kloter terdiri dari 420 – 450 jamaah, satu kloter ini dibagi menjadi 10-11 rombongan/ Bus. Di embarkasi jamaah dibagikan passport dan visa, gelang identitas, uang living cost (biaya hidup) senilai 750 riyal bisa berupa uang riyal atau rupiah tergantung kebijakan, pemeriksaan barang bawaan, pemeriksaan kesehatan dan kehamilan, boarding pass.   
  • b.      Pemberangkatan ke Bandara Amir Muhammad (Prince Muhammad bin Abdul Aziz). Dari Embarkasi setelah boarding pass jamaah haji diberangkatkan ke bandara dan langsung diarahkan untuk menaiki pesawat. Lama perjalanan kalau dari bandara Sukarno-Hatta sepuluh jam.
  • c.       Mendarat di Madinah dan diberangkatkan ke hotel. Sesampainya di Madinah jamaah akan diperiksa oleh imigrasi, pemeriksaan ini meliputi passport, visa dan memindai sidik jari dan wajah. Selanjutnya jamaah diberangkatkan ke hotel yang telah dibooking oleh pemerintah. Selama di Madinah Jamaah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, Raudhoh dan berziyarah ke makam Rasulullah.
  • d.      Madinah ke Mekkah. Setelah kurang lebih delapan hari berada di Madinah jamaah akan diberangkatkan ke Mekkah. Sebelum pemberangkatan jamaah dianjurkan sudah mandi ihram dan mengenakan pakaian ihram, umumnya jamaah melaksankan ihram umroh dulu, sebagian ada yang langsung berniat haji. Tidak jauh dari perbatasan kota Madinah rombongan jamaah berhenti sejenak di Bir Ali / Dzul Khulaifah untuk melaksanakan salat sunat ihram dan niat umrah/ haji. Setelah niat rombongan melanjutkan perjalanan ke Mekkah, jarak yang ditempuh kurang lebih 450 km.
  • e.      Sampai di Mekkah. Sesampainya di Mekkah jamaah beristirahat sejenak dan memasukan barang bawaan ke kamar hotel yang telah ditentukan, pembagian kamar diatur oleh daker (daerah kerja) Mekkah, jamaah dibagi berdasarkan jenis kelamin dan kapasitas kamar. Bagi jamaah yang berniat umrah akan melaksanakan thawaf umrah serikut sai dan tahallul, sedangkan yang berniat haji melaksanakan thawaf qudum terlebih dahulu. Selama di Mekkah sambal menunggu puncak haji dan setelahnya jamaah dapat memperbanyak ibadah di Masjidil harom dan umrah sunnat.
  • f.        Menuju Arafah. Pada tanggal 8 Dzul Hijjah jamaah diberangkatkan menuju Arafah, sebelum berangkat terlebih dahulu mandi ihram salat sunnat ihram dan niat haji, kecuali bagi yang di miqatnya melakukan ihram haji. Pemberangkatan ke Arafah dilaksanakan secara bergantian (taraddudi) karena armada transportasi dibatasi demi menghindari kemacetan. Pelaksanaan wukuf dimulai zhuhur tanggal 9 Dzul Hijjah. Jarak antara Mekkah – Arafah sekitar 24 km.
  • g.       Menuju Muzdalifah. Setelah wukuf di Arafah, maghrib tanggal 10 Dzul Hijjah atau malam lebaran jamaah haji mulai diberangkatkan menggunakan bus menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit tengah malamnya. Di Muzdalifah juga para jamaah haji memungut kerikil untuk melontar jumrah. Sebagian jamaah terutama lansia dan jamaah risti (beresiko tinggi) diberangkatkan secarah terpisah langsung ke Mina dan hanya melintas (murur) saja di Muzdalifah, kebijakan murur ini diberlakukan mulai musim 2024. Jarak antara Arafah-Muzdalifah kira-kira 10 km.
  • h.      Menuju Mina. Setelah lepas tengah malam tanggal 10 Dzul Hijjah jamaah mulai diberangkatkan menggunakan bus menuju ke Mina. Proses antrean di Muzdalifa ini memakan waktu yang lama karena pembatasan angkutan. Jamaah mulai diberangkatkan mulai pukul 00.30 dan bisa selesai subuh atau bahkan lebih. Pernah terjadi pada tahun 2023 pukul 10.00 masih ada jamaah haji di muzdalifah, padahal tidak tersedia tenda WC pun sangat terbatas, dan jamaah mengantre berjam-jam dengan berdiri dan berhimpitan sehingga beberapa orang pingsan. Untuk mengatasi hal itu di tahun depannya pemerintah menginisiasi skema murur bagi lansia dan jamaah risti. Jarak antara Muzdalifah-Mina sekitar 5 KM.
  • i.        Melontar Jumrah. Kewajiban jamaah haji di Mina antara lain melontar Jumroh pada tanggal 10 dan hari-hari tasyriq yaitu tanggal 11 sampai dengan 12 atau 13 Dzul Hijjah, mabit di Mina pada malam-malam tasyriq tersebut dan mencukur rambut (tahallul awwal) selesai melontar jumrah aqabah tanggal 10. Setelah tahallul awwal ini jamaah haji diperbolehkan menanggalkan pakaian ihramnya. Selama tanggal itu jamaah menetap di kemah Mina dan harus berjalan kaki untuk melontar Jumrah dengan jarak antara 3-5 km. sebagian jamaah yang jarak dari Jamarat (tempat pelontaran) ke tenda Mina lebih jauh disbanding jarak jamarat ke hotel Mekkah bisa memilih tinggal di hotel tapi dengan ketentuan tetap kembali ke Mina untuk mabit dan melontar setiap harinya.
  • j.        Kembali ke Mekkah. Di tanggal 12 Dzul Hijjah jamaah boleh meninggalkan Mina untuk kembali ke Mekkah ini disebut nafar awwal, boleh juga mereka tetap di Mina dan melontar sampai tanggal 13 baru setelah melontar pulang ke Mekkah, ini disebut nafar tsani. Ada dua rukun haji yang perlu dilakukan di Mekkah yaitu thawaf ifadhah dan sai, thawaf dan sai ini bisa dilakukan sejak tanggal 10 dan tidak ada batasan akhirnya. Jika selesai melaksanakan thawaf dan sai maka telah selesailah ihram hajinya (tahallul tsani), tersisa satu kewajiban lagi yaitu thawaf wada sebelum meninggalkan kota Mekkah.
  • k.       Kembali ke tanah air. Sesuai jadwal pemulangan jamaah haji akan diberangkatkan dari Mekkah menuju bandara King Abul Aziz di Jeddah. Sebelum meninggalkan Mekkah jamaah diwajibkan melakukan thawaf wada. Sekitar dua hari sebelum jadwal pemulangan petugas dari maskapai akan datang ke hotel untuk penimbangan koper dan mengangkutnya, kemudian petugas akan memeriksa agar tidak ada barang terlarang masuk ke bagasi kapal.
  • l.        Sampai ke Indonesia. Setelah mendarat di tanah air jamaah akan diberangkatkan menuju debarkasi atau asrama haji tempat pemberangkatan semula. Di debarkasi ini jamaah mendapatkan air zamzam 5 lt. Dari debarkasi jamaah diberangkatkan menuju kabupaten/ kota masing-masing.

Itulah rute perjalanan jamaah haji Indonesia pada gelombang satu. Adapun gelombang dua maka rute perjalanannya sebagai berikut:

  • a.      Dari kabupaten/ kota menuju ke embarkasi
  • b.      Dari embarkasi menuju bandara
  • c.       Terbang dari tanah air menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah
  • d.      Dari Jeddah menuju ke Mekkah. Jamaah bisa melakukan ihram di Bandara Jeddah atau saat di atas pesawat tatkala pesawat berada sejajar dengan kordinat Miqat Qarnul Manazil.
  • e.      Sampai ke Mekkah. Setelah istirahat yang cukup di hotel dilanjutkan melaksanakan thawaf umrah berikut sai untuk yang niat umrah dulu. Bagi yang lansung ihram haji maka melaksanakan thawaf qudum.  Selama di Mekkah sambil menunggu puncak haji dan setelahnya jamaah dapat memperbanyak ibadah di Masjidil harom dan umrah sunnat.
  • f.        Menuju ke Arafah pada tanggal 8 Dzul Hijjah. Sebelum naik bis sudah dipastikan jamaah telah berihram haji. Pelaksanaan wukuf dimulai zhuhur tanggal 9.
  • g.       Menuju ke Muzdalifah pada malam 10 Dzul Hijjah untuk mabit dan memungut kerikil.
  • h.      Dari Muzdalifah ke Mina selepas tengah malam tanggal 10 Dzul Hijjah.
  • i.        Dari Kemah Mina berjalan kaki menuju Jamarat pada tanggal 10 dan hari-hari tasyriq, 11 sampai dengan 12 atau 13 Dzul Hijjah, malam harinya diwajibkan mabit di Mina dengan durasi lebih dari setengah malam. Setelah melontar jumrah aqabah tanggal 10 jamaah melaksanakan tahallul awwal dengan memotong rambut, setelah tahallul diperbolehkan mengganti pakaian ihram dengan baju biasa.
  • j.        Nafar awwal atau nafar tsani yaitu kembali ke Mekkah pada tanggal 12 atau 13 Dzul Hijjah, kebanyakan jamaah memilih nafar awwal dibandingkan nafar tsani. Di Mekkah jamaah melaksanakan thawaf ifadhah dan sai.
  • k.       Dari Mekkah setelah thawaf wada terlebih dulu jamaah menuju ke Bandara Jeddah.
  • l.        Dari Jeddah menuju ke tanah air.
  • m.    Dari Bandara menuju ke debarkasi atau asrama haji untuk menerima zamzam dan koper
  • n.      Dari debarkasi menuju kabupaten/ kota masing-masing.

Demikian rute perjalanan jamaah haji gelombang dua, perbedaannya dengan gelombang satu hanya pada pemberangkatan dari tanah air dan kepulangannya saja. Gelombang satu dari Indonesia menuju Madinah dulu, pulangnya dari Mekkah ke Jeddah ke Indonesia. Sedangkan gelombang dua dari Indonesia menuju Ke Jeddah ke Mekkah selesai hajar ukeke Madinah, pulangnya dari Madinah ke Indonesia. Saya cukupkan pembahasan kali ini, insyaallah saya lanjut di postingan berikutnya, silahkan berkomentar atau mengajukan pertanyaan, maaf bila ada kekurangan, semoga bermanfaat.

Wassalamu ‘alaikum wr wb.     


No comments:

Post a Comment